Barang Kiriman / Impor Kosmetik, Obat dan Makanan

0
1442

Kebutuhan manusia akan kecantikan dan kesehatan selalu muncul. Ada kadang kebutuhan tersebut dapat di penuhi di Dalam Negeri, akan tetapi ada kalanya kebutuhan mereka (dengan berbagai alasan dan argumen) harus di penuhi dari luar negeri. Bila terkait dengan transaksi dari luar negeri, akhirnya akan ber”urusan” dengan bea cukai.  Sehingga banyak muncul pertanyaan, boleh atau tidak sih Impor kosmetik, Suplemen makanan ke Indonesia ?

Untuk itu, semoga tulisan pendek ini bisa membantu.

Kita harus fahami dulu Apa itu OBAT dan MAKANAN. Obat dan Makanan adalah obat, obat tradisional, obat kuat, kosmetika, suplemen kesehatan, dan pangan olahan ( Pasal 1 angka 1 Peraturan Kepala BPOM No 27 Tahun 2013 Tentang Pengawasan Pemasukan Obat dan Makanan ke Dalam Wilayah Indonesia tanggal 6 Mei 2013). Dalam Pasal 2 dan 3 dijelaskan ada syarat obat dan makanan dapat masuk ke wilayah Indonesia yakni, harus telah memiliki:
1. izin edar;
2. memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang impor; dan
3. mendapat persetujuan dari Kepala BPOM berupa Surat Keterangan Impor (SKI) yang hanya berlaku untuk 1 (satu) kali pemasukan (impor).

Dari peraturan tersebut juga jelaskan bahwa impor obat dan makanan TIDAK dapat dilakukan secara perorangan karena saat ini Surat Keterangan Impor (SKI) dari Kepala BPOM hanya dapat diberikan kepada perusahaan yang mengedarkan produk impor.

Sehingga apabila tidak mendapatkan Surat Keterangan Impor (SKI) dari BPOM dimaksud maka, dapat dikenai sanksi administratif berupa:
1. peringatan tertulis;
2. penghentian sementara kegiatan pemasukan dan/atau peredaran;
3. pemusnahan atau re-ekspor;
4. pembekuan izin edar; dan/atau
5. pembatalan izin edar.
Selain sanksi administratif, juga dapat dikenai sanksi pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (Dasar Hukum: Pasal 24 Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2013).
Sering pertanyaan dari Masyarakat, Apabila barang-barang dimaksud merupakan hadiah dari Saudara atau teman di luar negeri? Maka terhadap barang-barang tersebut tetap masuk ketentuan larangan dan pembatasa. Ketentuan larangan dan pembatasan ini mencakup impor secara keseluruhan tanpa ada perkecualian yang meliputi:
1. Impor secara umum;
2. Anda membawa sendiri jenis barang yang dilarang atau dibatasi tersebut dari luar negeri ke Indonesia (barang penumpang);
3. terdapat teman atau saudara yang mengirimkan kepada Anda sebagai hadiah;
4. saat barang tersebut dikirim menggunakan Pos (EMS/USPS) atau jasa pengiriman lainnya (DHL, TNT, FedEx, UPS, Aramex dll);
5. barang contoh;
6. barang tujuan bukan untuk komersial;
7. barang yang diimpor lainnya yang tidak diatur pengecualian izin impornya oleh instansi Pemerintah yang berwenang menerbitkan izin impor tersebut dll.

Untuk jenis barang yang dibatasi impornya, setiap pemasukannya ke Indonesia harus mendapat izin terlebih dahulu dari instansi pemerintah terkait di Indonesia.

Hal ini diperlukan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari bahaya yang disebabkan oleh penggunaan yang tidak tepat, dan/atau yang tidak memenuhi persyaratan mutu, manfaat, dan keamanan atas barang impor tersebut.

Ketika memang ke luar negeri dengan tujuan berobat dan harus membawa obat tersebut ke Indonesia, maka pada saat dilakukan pemeriksaan CIQ (Customs, Immigration, Quarantine – Bea dan Cukai, Imigrasi, Balai Karantina) di Bandara kedatangan di Indonesia harus menyertakan copy resep dari Dokter tersebut.
Jika tidak ada copy resep Dokter maka akan dimusnahkan, sebab Petugas CIQ tidak mungkin bisa mengetahui manfaat dari obat-obatan tersebut tanpa adanya bukti copy resep dari Dokter.

BAGIKAN