Konferensi Pers Terkait Sitaan 754 Karton Miras Ilegal

0
223

KOMITMEN LINDUNGI MASYARAKAT, BEA CUKAI DAN INSTANSI TERKAIT SITA 754 KARTON MIRAS ILEGAL DI SULAWESI UTARA

Manado (Senin – 27/11/2017) – Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara (Kanwil Manado, KPPBC Manado, KPPBC Bitung) bekerjasama dengan aparat hukum lain di Sulawesi Utara (Kepolisian, TNI) dan Pemda sita 754 karton ( @12 botol = 9.048 botol @620 ML = 5.609.760 ML) minuman keras ilegal yang beredar di beberapa Kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara. Petugas menemukan ratusan karton minuman keras tersebut tidak dilekati pita cukai yang merupakan bukti pembayaran terhadap pungutan cukai. Tindakan penyitaan ini dilakukan sejalan dengan komitmen Bea Cukai untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya yang ditimbulkan dari beredarnya barang-barang ilegal.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara, Cerah Bangun, mengungkapkan penindakan yang dilakukan petugas Bea Cukai terhadap minuman keras ilegal tersebut dilakukan dalam beberapa waktu mulai dari pertengahan Oktober hingga awal November 2017. “Pada hari Selasa (17/10) petugas menyita 254 karton minumas keras ilegal yang ditemukan di Amurang, Minahasa. Hanya berselang dua hari pada Kamis (19/10), petugas juga menyita tujuh karton di Kota Tomohon,” ungkap Cerah.

Selain kedua penindakan tersebut, petugas kembali berhasil melakukan dua penindakan di di Kotamobagu pada Jumat (27/10) dan berhasil mengamankan 14 dan 326 karton minuman keras ilegal. Tidak berhenti di situ petugas juga berhasil menyita 153 karton minuman keras ilegal di Kota Manado pada Selasa (07/11). “Dari kelima penindakan yang telah dilakukan, diperoleh bukti bahwa minuman keras ilegal tersebut diproduksi oleh dua perusahaan berinisial PT GMAB dan CV SA,” ungkap Cerah.

Barang bukti yang berhasil diamankankan petugas Bea Cukai telah dibawa ke Kantor Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara untuk dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dari kasus ini, kedua perusahaan tersebut disinyalir telah melakukan tindak pidana di bidang cukai sesuai dengan Undang-Undang Cukai Nomor 39 Tahun 2007 Pasal 52 dan/atau pasal 54.

Penindakan yang telah dilakukan oleh petugas Bea Cukai ini utamanya ditujukan untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya barang-barang ilegal. Selain itu, dengan beredarnya barang-barang tersebut dapat mengancam perusahaan-perusahaan yang taat pada aturan, sehingga penindakan ini juga ditujukan untuk menjaga keberlangsungan industri yang taat hukum.

BAGIKAN