Penerimaan Bea Cukai 2017 Bisa Lampaui Target

0
238

Semarang: Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan memastikan tahun ini penerimaan bea cukai bisa mencapai target yang telah ditetapkan dalam APBNP 2018 Rp189,14 triliun.
Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi bahkan memastikan penerimaan bea cukai bisa melampaui target tersebut atau lebih dari 100 persen”Posisi kita lebih baik dari tahun kemarin, kita memperkirakan lebih dari 100 persen,” kata Heru dalam media visit di Semarang, Senin, 18 Desember 2017.
Dalam catatan realisasi penerimaan telah masuk kas negara hingga 15 Desember sebesar Rp152,79 triliun atau 80,78 persen dari target, dengan rincian bea masuk Rp33,02 triliun serta bea keluar Rp3,73 triliun.
Kemudian pendapatan cukai Rp115,99 triliun dari target Rp153,16 triliun yang terdiri dari cukai hasi tembakau atau rokok Rp110,94 triliun dari target Rp147,8 triliun dan cukai MMEA Rp5,05 triliun dari target Rp5,5 triliun.
Heru menjelaskan, dalam setengah bulan di Desember bea cukai mengumpulkan sebesar Rp9,7 triliun. Artinya, hinga November penerimaan bea cukai mencapai Rp143,53 triliun
Heru bilang, untuk penerimaan cukai saja di Desember, pihaknya menaksir bakal ada pemasukan sebesar Rp46,12 triliun, salah satunya karena adanya kenaikan cukai rokok di Desember yang mana perusahaan rokok telah melakukan pemesanan pita cukai untuk bulan Januari-Februari 2018 dan harus dibayarkan atau ditebus paling lambat 29 Desember ini.
“Jadi cukai rokok akan ada penerimaan di akhir bulan karena pesanan dua bulan mendatang dan bulab ini. Jadi tiga kali lipat,” tutur dia.
Sehingga apabila angka taksiran tersebut dijumlahkan dengan penerimaan hingga akhir November akan menghasilkan Rp189,65 triliun atau melebihi target.
Jika dalam realisasinya nanti benar melampaui target, maka ini menjadi momen yang bagus, sebab dua tahun sebelumnya di masa Pemerintahan Joko Widodo, penerimaan bea cukai tak mencapai target.
“Saya berharap tahun ini bisa pecah telor karena ada perkiraan Rp46,12 triliun, dengan catatan itu ditebus semua. Tapi menurut histori kemungkinan mereka tidak menebus di bawah satu persen,” ujar Heru.

Cukai rokok anjlok
Sementara itu, jika dilihat lebih mendalam untuk penerimaan cukai rokok, sebenarnya berpotensi mengalami shortfall  (kurang dari target).
Heru menghitung jika diambil angka penerimaan cukai November yang sebesar Rp104,27 triliun dan ditambah potensi penerimaan cukai di Desember sebesar Rp42,53 triliun maka hasilnya yakni sebesar Rp146,42 triliun. Angka tersebut masih dibawah target Rp153,16 triliun atau alami shortfall Rp1,40-an triliun.
Hal tersebut sebenarnya telah dihitung dalam APBNP di mana ada penurunan produksi rokok sebesar 1,2-2,3 persen di 2017 karena adanya penurunan konsumsi.
“Tapi meskipun shortfall di cukai rokok, kita bisa dikompensasi dari surplus bea keluar,” jelas dia.

(SAW)

 

Sumber Berita dan Foto: http://ekonomi.metrotvnews.com/makro/ob3AZpAK-penerimaan-bea-cukai-2017-bisa-lampaui-target

BAGIKAN