Pentingnya Pendidikan Karakter (Dalam Menghadapi Darurat Narkoba -red- )

0
2835

Hukuman maksimal telah diterapkan penegak hukum kepada para bandar narkoba. Namun, Indonesia masih tetap saja menjadi pasar empuk peredaran barang haram itu. Berikut komentar Anda.

MARAKNYA upaya penyelundupan hingga berton-ton sabu ke Indonesia membuktikan bahwa saat ini negara kita dalam kondisi darurat narkoba.
Betapa tidak, 1 ton sabu diperkirakan dapat dipakai 1 juta penyalah guna jika dipakai rata-rata 1 gram dalam satu bulan. Itu merupakan angka penyalah guna yang fantastis dengan peredaran uang mencapai sekitar Rpl triliun lebih.

Indonesia saat ini memang dalam kondisi genting karena 50 orang meninggal dalam sehari dan ada 6 juta pengguna narkoba. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), 27,23% pengguna narkoba di Indonesia ialah mahasiswa dan pelajar.

Hal itu menjadi keprihatinan kita semua. Pemerintah, instansi terkait, dan DPR pun berupaya untuk menghentikan peredaran narkoba. Salah satu upaya yang dilakukan DPR ialah meminta Presiden Jokowi untuk menerbitkan perppu agar pemberantasan narkoba semakin progresif lagi serta mendesak revisi UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Psikotropika.

Selain itu, penegak hukum dalam hal ini TNI/Polri, Bea Cukai, dan KKP pun berupaya keras untuk menyetop peredaran narkoba yang sebagian besar diselundupan melalui laut. Mereka bersinergi untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.

Di sisi lain, BNN juga berupaya memutus mata rantai pengguna narkoba melalui rehabilitasi. Pasalnya, dengan memenjarakan pengguna tidak memecahkan persoalah. Itu justru membuat mereka yang tadinya sekadar coba-coba malah bisa menjadi pecandu narkoba. Sudah menjadi rahasia umum bahwa lembaga pemasyarakatan menjadi tempat kendali peredaran narkoba. Jadi, langkah BNN untuk merehabilitasi pengguna merupakan langkah tepat.

Diharapkan dengan langkah-langkah itu, permintaan terhadap barang haram pun akan berkurang. Namun, langkah-langkah itu tidak cukup untuk menghentikan penyalah guna dan memutus rantai peredaran narkoba
tanpa dibarengi dengan pendidikan karakter terutama kepada generasi muda.

Pendidikan karakter ini memfokuskan dan mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku. Untuk memerangi narkoba, upaya yang dilakukan ialah membangkitkan kesadaran beragama dan menginformasikan hal-hal yang positif dan bermanfaat kepada generasi muda.
Pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya ialah membentuk pribadi generasi muda supaya menjadi manusia, warga masyarakat, dan warga negara yang baik.

Olivia Nastasia
Ciputat, Tangerang Selatan

Suara pembaca

BAGIKAN