MULAI 1 JULI 2018, VAPE DIKENAKAN CUKAI SEBESAR 57%

0
632

Apa itu vape?

Vape atau rokok elektrik adalah salah satu jenis dari penghantar nikotin elektronik. Rokok jenis ini dirancang untuk membantu pecandu rokok tembakau mulai berhenti merokok. Dengan beralih dari rokok tembakau ke rokok elektrik, secara perlahan mereka belajar untuk berhenti merokok.

Rokok jenis ini terdapat dalam berbagai bentuk dan ukuran, tetapi terdapat tiga komponen utama dalam rokok elektrik, yaitu baterai, elemen pemanas, dan tabung yang berisi cairan (cartridge). Cairan dalam tabung ini mengandung nikotin, propilen glikol atau gliserin, serta penambah rasa, seperti rasa buah-buahan dan cokelat. Beberapa rokok elektrik memiliki baterai dan cartridge yang dapat diisi ulang.

Rokok elektrik bekerja dengan cara memanaskan cairan yang ada dalam tabung dan kemudian menghasilkan uap seperti asap yang umumnya mengandung berbagai zat kimia. Pengguna mengisap zat kimia ini langsung dari corongnya.

Apa saja yang terkandung dalam rokok elektrik (vape)?

Dalam cairan rokok elektrik mengandung propilen glikol atau gliserin, nikotin, dan penambah rasa.

  • Propilen glikol atau gliserin berfungsi untuk memproduksi uap air. Penelitian menunjukkan bahwa menghirup propilen glikol dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan pada beberapa individu.
  • Vegetable glycerin berfungsi untuk menghasilkan uap yang semakin banyak.Memiliki rasa yang lebih manis dan lebih kental. Penelitian menunjukkan apabila menelan 100 mL vegetable glycerin dapat mengakibatkan sakit kepala, mual, dan muntah. Gejala lainnya termasuk iritasi saluran pencernaan, insomnia, pusing, diare, dan demam. Dosis tinggi dapat menyebabkan hemolisis, hemoglobinuria, hiperglisemia, glikosuria, gagal ginjal, kejang, dan paralisis.
  • Nikotin ditemukan dalam konsentrasi yang berbeda-beda, antara 0-100 mg/ml dalam satu rokok elektrik.
  • Penambah rasa, seperti rasa cokelat, vanila, buah-buahan, dan lainnya, sehingga perokok elektrik dapat menikmati sensasi rasa tertentu dalam setiap hisapannya.
  • Komponen lainnya yaitu tobacco-specific nitrosamine (TSNA). TSNA merupakan senyawa karsinogen yang ditemukan dalam tembakau dan rokok tembakau. Nitrosamin dalam jumlah sedikit ditemukan dalam cairan rokok elektrik. Semakin tinggi kadar nikotin, semakin tinggi juga kadar TSNA. Selain TSNA, juga ditemukan kandungan senyawa logam, seperti kromium, nikel, dan timah.
  •   

    

Jenis-jenis rokok vape

Rokok vape pada dasarnya memiliki banyak jenis dalam berbagai bentuk dan ukuran. Berikut ini jenis-jenis rokok elektrik yang harus Anda ketahui.

1. Jenis pen

Seperti namanya, rokok elektrik satu ini berbentuk seperti pulpen dan merupakan vape terkecil dibanding dengan jenis vape lainnya. Cara kerja vape jenis ini pada dasarnya sama dengan jenis lainnya, yaitu dengan memanaskan cairan vape agar dapat menghasilkan uap. Ada dua jenis elemen pemanas yang bisa dipilih untuk memanaskan cairan vape jenis pen, yaitu:

  • Ini adalah elemen pemanas untuk memanaskan cairan vape yang mengandung nikotin. Atomizer biasanya harus diganti jika panas yang dihasilkan sudah berkurang kualitasnya.
  • Ini adalah kombinasi dari cartridge dan atomizer. Pada pengaturan ini, komponen yang dipanaskan bersentuhan langsung dengan elemen pemanas.

Untuk memanaskan elemen pemanas tersebut, vaporizer pen membutuhkan baterai sebagai energi. Baterai ini bisa diisi ulang dan biasanya mempunyai tegangan sebesar 3,7 V, tapi ada juga baterai yang bisa diatur tegangannya.

2. Jenis portable

Vaporizer desktop memiliki bentuk yang besar dan hanya dapat digunakan di rumah atau di satu tempat. Selain itu, vaporizer desktop juga membutuhkan permukaan yang datar untuk menempatkannya, serta memerlukan pasokan energi yang konstan agar dapat berfungsi dengan baik. Karena mendapatkan pasokan energi yang stabil, hal ini membuat vaporizer desktop menghasilkan panas yang lebih maksimal, rasa yang lebih tajam, dan uap yang lebih banyak daripada jenis vaporizer lainnya. Semakin tajam rasa vape dan semakin banyak uap yang dihasilkan mungkin membuat pengguna vape merasa puas. Namun, semakin banyak uap yang dihasilkan, semakin tinggi juga risiko kesehatan yang bisa dialami.

3. Jenis desktop

Vaporizer desktop memiliki bentuk yang besar dan hanya dapat digunakan di rumah atau di satu tempat. Selain itu, vaporizer desktop juga membutuhkan permukaan yang datar untuk menempatkannya, serta memerlukan pasokan energi yang konstan agar dapat berfungsi dengan baik. Karena mendapatkan pasokan energi yang stabil, hal ini membuat vaporizer desktop menghasilkan panas yang lebih maksimal, rasa yang lebih tajam, dan uap yang lebih banyak daripada jenis vaporizer lainnya. Semakin tajam rasa vape dan semakin banyak uap yang dihasilkan mungkin membuat pengguna vape merasa puas. Namun, semakin banyak uap yang dihasilkan, semakin tinggi juga risiko kesehatan yang bisa dialami.

Apakah bahaya vape sama dengan rokok tembakau?

Rokok elektrik mengandung nikotin yang merupakan salah satu zat adiktif yang juga terdapat dalam rokok tembakau. Selain itu, liquid atau cairan vape juga berbahaya karena banyak mengandung zat-zat lain ynag membahayakan bagi kesehatan. Ketika penggunaannya dihentikan, pengguna akan merasa ingin selalu memakainya lagi, dan dapat menimbulkan perasaan mudah marah, depresi, gelisah, dan cemas.

Seberapa bahaya vape untuk tubuh kita?

Berdasarkan data yang diperoleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, beberapa penelitian menunjukkan bahwa:

  • Nikotin sangat berbahaya bagi pengguna rokok elektrik yang masih muda karena berdampak negatif bagi perkembangan otak.
  • Nikotin sangat membahayakan kesehatan wanita hamil dan janin yang ada dalam kandungannya.
  • Uap yang dihasilkan rokok elektrik dan cairan yang ada dalam rokok elektrik berbahaya. Anak-anak dan orang dewasa dapat keracunan karena menelan, menghirup, atau menyerap cairan tersebut melalui kulit atau mata.
  • Bahan kimia tambahan yang berbahaya telah ditemukan pada beberapa rokok elektrik. Bahan kimia ini, seperti yang mengandung logam, senyawa organik yang mudah menguap, dan nitrosamin.

Kenapa vape perlu dikenakan cukai?

Liquid atau cairan vape mengandung tembakau yang dapat merusak kesehatan, terutama paru-paru. Sedangkan menurut Menteri Perdagangan peredaran vape tidak memberikan keuntungan bagi Indonesia karena tidak memberikan dampak kesejahteraan bagi petani tembakau. Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek mengatakan, Kementerian Kesehatan sudah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan mengenai pungutan cukai terhadap liquid atau cairan vape. Cukai akan dikenakan pada cairan vape yang dikategorikan sebagai HPTL (Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya).

HPTL adalah hasil tembakau yang dibuat dari daun tembakau (selain jenis sigaret, cerutu, rokok daun, TIS)yang dibuat secara lain sesuai perkembangan teknologi dan selera konsumen, tanpa mengindahkan bahan pengganti atau bahan pembantu yang digunakan dalam pembuatan. (Pasal 4 UU Cukai)

HPTL meliputi:

  1. Ekstrak/esens tembakau
  2. Tembakau Molasses
  3. Tembakau hirup/Sanggruk (Snuff Tobacco)
  4. Tembakau Kunyah (Chewing Tobacco)

Tarif Cukai HPTL:

57% dari harga jual Eceran (HJE) yang disampaikan pengusaha. (Pasal 6 PMK Nomor 146/PMK/.010/2017)

Impor HPTL:

Impor HPTL bersamaan dengan alat mengkonsumsi diperlakukan secara terpisah. (Pasal 20 PMK Nomor 146/PMK/.010/2017

Produk yang sudah ada di pasaran sebelum tanggal 1 Juli 2018 diberikan relaksasi sampai dengan tanggal 1 Oktober 2018. Dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun melarang konsumsi liquid rokok elektrik yang mengandung hasil tembakau karena dianggap merusak kesehatan dan Kementerian Perdagangan akan mengawasi perdearan vape di Indonesia.

Setelah aturan tentang cukai vape ini berlaku efektif, maka pengusaha diwajibkan memesan pita cukai kepada pemerintah. Pita cukai ini nantinya akan dipasang di botol kemasan cairan rokok elektrik. Selain itu, Mendag pun akan mencantumkan persyaratan peredaran rokok elektrik tersebut masuk dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag). Untuk ekstrak dan esens tembakau yang diimpor bersamaan dengan peralatan untuk mengkonsumsinya, diperlakukan sebagai komoditi barang yang terpisah dari peralatan yang digunakan untuk mengkonsumsinya.

Sumber:

PMK Nomor 146/PMK/.010/2017

http://www.leafscience.com/wp-content/uploads/2015/05/extreme-q.jpg

BAGIKAN