Kanwil Bea Cukai Sulbagtara Lakukan Monitoring Evaluasi Umum KITE pada PT Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Steel Industry (PT IGCNS)

0
442

Morowali (2/8) Tim Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Kanwil Bea Cukai Sulbagtara yang dipimpin oleh Rujito, Kasi Fasilitas dan Perizinan I, melakukan monitoring evaluasi umum KITE pada PT Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Steel Industry (PT IGCNS). Salah satu fokus utama evaluasi yaitu penggunaan IT Inventory oleh perusahaan. “Dengan IT Inventory yang baik, proses bisnis perusahaan dapat terpantau dengan baik sehingga fungsi pengawasan dapat dilakukan secara optimal”, pungkas Rujito.

PT Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Steel Industry (PT IGCNS) merupakan perusahaan yang terdiri dari proyek smelter NPI dengan kapasitas 600 ribu ton NPI per tahun, pabrik baja nirkarat dengan kapasitas 1 juta ton per tahun, baja nirkarat dalam bentuk hot rolled coil dengan kapasitas 2 juta ton per tahun dan PLTU 2×150 MW, yang berlokasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Perusahaan ini berdiri pada bulan Agustus 2014 dan didirikan oleh Guangdong Guangxin Holdings Group Ltd., Guangdong J-eray Technology Group Co., Ltd., dan PT Indonesia Morowali Industrial Park.

Proyek GCNS mengggunakan teknologi Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) yang telah dipraktekkan bertahun-tahun dan dioptimasi terus menerus oleh pihak investor utama yaitu Tsingshan Steel Group dari Tiongkok dalam produksi cairan NPI, dan cairan NPI panas di tampung dan dikirim langsung ke tungku AOD untuk proses peleburan baja nirkarat (“RKEF+AOD proses terintegrasi”), proses produksi tersebut secara drastis menurunkan pemakaian energi dan biaya produksi, mengubah cara produksi baja nirkarat tradisional, mewujudkan proses produksi baja nirkarat secara berkelanjutan dan terintegrasi.

Proyek GCNS membangun 8 jalur produksi RKEF, 1 jalur produksi baja nirkarat dengan kapasitas 1 juta ton per tahun dan 1 jalur produksi rolling dengan kapasitas 2 juta ton per tahun berikut PLTU 2×150 MW, menggunakan bijih nikel yang banyak terdapat di kawasan proyek dalam peleburan baja nirkarat, kapasitas produksi bisa mencapai 1 juta ton baja nirkarat per tahun.

Total investasi proyek 1,035 miliar dollar AS. Proyek dimulai pada tanggal 2 Mei 2014, smelter NPI mulai produksi pada bulan April 2016, pabrik baja nirkarat memasuki tahap percobaan produksi pada bulan Juni 2016, dan telah mencapai target desain, proyek stainless steel hot rolled sudah memasuki masa kontruksi.

Hingga akhir tahun 2016, jumlah produksi NPI yang terakumulasi hampir 350 ribu ton, setara dengan nikel murni hampir 42.000 ton Pembangunan proyek GCNS memberikan nilai positif dalam meningkatkan pemanfaatkan sumber daya mineral Indonesia, mendorong perkembangan industri melter di Indonesia, meningkatkan hak bicara Indonesia dalam industri baja nirkarat global, dapat secara langsung menggerakkan perekonomian Indonesia dan mensejahterakan ekonomi daerah. Nickel Pig Iron (10% Ni) 600.000 mtpa Pembangkit Listrik 2×150 MW Terintegrasi: Stainless Steel Slab 1.000.000 mtpa.

BAGIKAN