Kanwil Bea Cukai Sulbagtara Terjun Langsung ke Lapangan dalam Rangka Pemberian Fasilitas Tempat Penimbunan Berikat

0
236

Sebagai bentuk industrial assistance, Kanwil Bea Cukai Sulbagtara terjun langsung ke lapangan dalam rangka pemberian fasilitas Tempat Penimbunan Berikat. Mulai tanggal 1 hingga 3 Agustus, Rujito, Kepala Seksi Fasilitas dan Perizinan I beserta tim dengan ditemani Kepala Seksi Pabean Bea Cukai Morowali, Rosman, melakukan tinjauan langsung ke PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP), Morowali, yang mengajukan izin permohonan kawasan berikat, untuk melihat kondisi langsung sembari memberikan saran dan solusi agar PT IMIP dapat memenuhi persyaratan sebagai perusahaan Kawasan Berikat.

PT IMIP terdiri dari 9 perusahaan yang berada di dalam satu kawasan. Perusahaan ini mengolah bahan baku berupa biji nikel menjadi nickel pig iron dimana hasil seluruhnya diekspor ke luar negeri. Bahan baku biji nikel ini diperoleh PT IMIP dengan cara impor. Oleh karena itu perusahaan ini mengajukan fasilitas kawasan berikat kepada bea cukai. Selain memproduksi nikel pig iron, stainless steel, hot rolled coil dan cold rolled coil, di dalam kawasan ini juga berdiri pabrik oksigen (oxcygen plant), pabrik kokas, dan tiga unit PLTU dengan total kapasitas mencapai 1.130 megawatt.

PT IMIP didirikan pada 19 September 2013 dengan mengantongi persetujuan prinsip bernomor 263/1/IP-PB/PMA/2015 pada 29 Januari 2015, izin lokasi berupa Keputusan Bupati Morowali No 188.4.45/KEP.0305/ADPUM/2014 dan izin lingkungan berupa Keputusan Gubernur No 660/575/BLHD-GST/2015.

Pemegang saham PT IMIP sendiri dari dalam dan luar negeri diantaranya adalah Shanghai Decent Investment (Group) sebesar 49,69%, PT Sulawesi Mining Investment sebesar 25%, dan PT Bintangdelapan Investama sebesar 25,31%, dengan modal dasar USD 40.000.000.

Setelah ini, diharapkan PT IMIP dapat segera memenuhi persyaratan pengajuan Kawaan Berikat agar izin pemberian fasilitas Kawasan Berikat dapat segera diterbitkan.

 

BAGIKAN