Seminar Forum Ekonom Kementerian Keuangan (FEKK)

0
177

Badan Kebijakan Fiskal bekerja sama dengan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Sekretariat Jenderal, dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Utara menyelenggarakan seminar Forum Ekonom Kementerian Keuangan (FEKK) yang bertempat di Convention Ballroom, Grand Kawanua Novotel Manado, Sulawesi Utara. Seminar ini diselenggarakan dalam rangka diseminasi kebijakan ekonomi makro dan fiskal ke daerah serta sharing masukan terkait kebijakan publik yang dihasilkan oleh Kementerian Keuangan.

Hadir sebagai narasumber pertama, Direktorat Jenderal Anggaran memaparkan tentang Perkembangan APBN 2018 dengan outline Perkembangan Perekonomian dan Realisasi & Outlook APBN 2018, dan RAPBN 2019.


Narasumber kedua, Ihda Muktiyanto dari Direktorat Strategi dan Portofolio Pembiayaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko memaparkan tentang Utang Negara sebagai Sumber Pembiayaan Pembangunan.
Beberapa poin dari pemaparan yang disampaikan diantaranya:
1. Indonesia membutuhkan pembangunan di berbagai bidang terutama kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan perlindungan sosial. Hal-hal mendesak tersebut perlu segera dilakukan agar Indonesia tidk kehilangan momentum pertumbuhan.
2. Salah satu sumber untuk membiayai belanja tersebut adalah utang pemerintah. Tambahan utang memungkinkan kenaikan belanja produktif di bidang pendidikan, infrastruktur,kesehatan, transfer ke daerah dan dana desa, serta belanja sosial.
3. Utang pemerintah dikelola secara profesional, hati-hati, transparan, dan terukur sehngga mendapat peringkat layak investasi yang akan berdampak pada penurunan bunga utang.
4. Utang dikelola dengan memperhatikan kesinambungan fiskal. Risiko utang meliputi risiko pembiayaan kembali, risiko tingkat bunga dan risiko nilai tukar dikelola dengan baik.

Narasumber ketiga, Kepala Kanwil DJPB Sulawesi Utara, Muhdi, memaparkan terkait Pembangunan Berkeadilan dan Kinerja Fiskal di Sulawesi Utara.
Beberapa poin dari pemaparan yang disampaikan diantaranya:
1. Investasi atau Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTB) tumbuh melambat secara keseluruhan. Hal ini disebabkan oleh melambatnya investasi bangunan, yang memiliki pangsa 94% dari total investasi (sementara itu, investasinon – bangunan mencapai 6%).
2. Inflasi Sulut pada Triwulan II 2018 relatif terkendali dan masih berada di bawah rentang sasaran inflasi Nasional tahun 2018: 3,5% ± 1% (yoy).
3. Pendapatan meningkat sebesar 3% (kontribusi terbesar dari PNBP yang meningkat sebesar 5%). PNBP tertinggi berasal dari pendapatan jasa pelayanan Rumah Sakit dan Pendidikan. Faktor kesiapan Pemda terhadap kebijakan perbaikan tata kelola Transfer ke Daerah dan Dana Desa perlu ditingkatkan.
4. Dari sisi usaha pengembangan sektor pariwisata terjadi peningkatan wisman tahun 2017 tumbuh 95.36% dibandingkan tahun 2016 dan mencapai angka 79.377 orang. Langkah selanjutnya adalah bagaimana mengkonversi pengembangan pariwisata tersebut menjadi unsur penambah PAD yang lebih terukur dan optimal.

Narasumber terakhir yaitu Noldy Tuerah, ahli ekonom Regional Sulawesi Utara, memaparkan terkait pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam pemaparannya disampaiakn beberapa hal yaitu tentang kemiskinan, pengangguran, inflasi, dan ketimpangan, indeks pemabngunan manusia dan komponennya, dan indiaktor fiskal Provinsi Sulawesi Utara.

 

Sebelum forum diskusi ditutup, diadakan sesi tanya jawab terkait dengan omateri yang telah disampaikan.

 

#beacukairi
#kanwilbcsulbagtara
#beacukaimakinbaik
#SetiapKitaAdalahHumas
#SeminarFEKK
#kegiatanBC

BAGIKAN