Kanwil Bea Cukai Sulbagtara Menjalin Sinergi dengan Dinas Perdagangan Luwuk

0
162

Diskusi terkait potensi ekspor Luwuk, Kabupaten Banggai dilaksanakan pada Rabu, 24 Oktober 2018 bertempat di Dinas Perdagangan Luwuk. Dalam diskusi ini, turut hadir pula Kepala Kantor Bea Cukai Luwuk, Sigit Santosa, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Imam Sarjono, Kepala Dinas Perdagangan, Husein Karim, Kepala Bidang Perijinan, Wayan, Kepala Bidang Perlindungan Konsumen, Nurdiana dan tim humas Kanwil Bea Cukai Sulbagtara berserta tim humas Bea Cukai Luwuk.

Mengapa bea cukai sampai turun ke lapangan untuk meninjau UMKM?
Hal ini didasarkan pada arahan Menteri Keuangan yang disampaikan melalui Direktur Jenderal Bea Cukai, bahwa neraca perdagangan kita saat ini belum seimbang, dimana impor lebih besar dari pada ekspor.

Oleh karena itu, Dirjen Bea Cukai menghimbau agar bea cukai dapat turun langsung ke daerah – daerah untuk memantau potensi ekspor yang terdapat di daerah pengawasan masing-masing. Sehingga bea cukai dapat memberikan support dan membantu dalam proses perputaran perekonomian daerah setempat. “Saya mendapat kunjungan yang teristimewa pagi ini. Selama ini saya berkoordinasi dengan pak Sigit terkait bea cukai. Kami sendiri disini mendapat kepercayaan dari Kementerian Perdagangan untuk menerbitkan SKA dengan syarat dokumen sudah diselesaikan semua.
Apabila masih terdapat kesalahan maka kami membantu untuk mencari pembenarannya seperti apa.” ungkap Husein Karim, Kepala Disperindag Banggai.

Untuk SKA yang sudah diterbitkan dari Disperindag Luwuk antara lain:
1. PAO Amoniak periode Juli s.d Oktober sudah meengeluarkan SKA 14 kali dengan tujuan ekspor ke Australia, Korea, Jepang China, Taiwan.
2. Dongge Sinoro SKA 7 kali periode 18 mei s.d 31 Juli dengan tujuan ekspor Korea.
3. Indotropic dengan produknya gurita dan cumi-cumi periode 30 mei s.d. 13 Oktober SKA 20 kali dengan tujuan ekspor Hongkong, Vietnam, Mexico, Jepang dan Amerika.
4. PT Segar Agro Nusantara dengan produk jagung tujuan ekspor Filiphina.
5. Pertamina Hulu dengan tujuan ekspor Singapore SKA 7 kali s.d. 3 Oktober
6. Pertamina Medko Kondesat SKA 2 Kali s.d. 19 Oktober dengan tujuan ekspor Singapura.

Kabupaten Luwuk sendiri terdapat 23 kecamatan, 240 desa, dan 46 kelurahan dimana rata-rata potensi yang dihasilkan adalah dari persawahan dan perkebunan khususnya kelapa. Kelapa sendiri tersedia cukup banyak disini dan baru dijual antar pulau. Hal ini dikarenakan apabila ekspor harus malalaui Pantoloan menuju ke Surabaya.


Selain itu, terdapat juga salah satu IKM yang sudah menasional, yaitu Cita Rabea yang melayani pengiriman antar pulau tujuan Gorontalo dengan produknya adalah ikan yag sudah diolah menjadi sambal roa, abon ikan tuna, abon kelor, dll. Untuk Luwuk sendiri IKM memang sudah tersedia namun masih dalam posisi lokal.

Untuk ekspor, kendala yang dialami di lapangan adalah terkait dengan kontainer. Sehingga barang-barang tersebut dikirim ke Surabaya dan tidak dapat tercatat di pelabuhan Luwuk. Sedangkan untuk lokal masih dalam posisi perdagangan antar pulau. “Saya rasa kalau ada pengumpul, yang mengumpulkan barang-barangnya dan juga pasarannya IKM tersebut dapat melakukan ekspor. Kami di dinas perdagangan ini setiap bulan mengadakan rapat SDM dan rata-rata yang menjadi kendala adalah yempat pemasarannya.” ungkap Husein Karim.


Solusi yang diberikan dari pihak bea cukai sendiri adalah ekspor menggunakan kontainer lokal sehingga dokumen dapat tercatat dari pelabuhan Luwuk, bukan dari Surabaya atau daerah lain. “Saya akan membantu sepenuhnya, seperti apa yang terbentuk oleh sekretariat daerah dan kepala perkenomoniman, kamisiap mem-back up hal tersebut. Dan akan selalu berkoordiansi dengan bea cukai.” pungkas Husein.

BAGIKAN