Kenapa Rokok dilekati Pita Cukai? Pita Cukai itu apasih?

0
257

Masyarakat Indonesia terkenal konsumtif dalam segala hal, termasuk konsumtif terhadap rokok. Padahal kita semua tahu bahwa rokok memiliki dampak negatif terhadap kesehatan. .
.
Saat ini lebih dari 60 juta penduduk di Indonesia adalah perokok aktif. Dari jumlah tersebut, kebanyakan berasal dari kalangan anak-anak usia 10 sampai 18 tahun. .
.
Indonesia berada pada peringkat ketiga dengan jumlah perokok aktif tertinggi di dunia. Sebanyak 67% adalah pria dewasa. Jumlah konsumsi rokok di Indonesia sendiri telah mencapai 240 miliar batang setiap tahunnya.
Penerimaan negara dari cukai per 29 Juni 2018 telah mencapai 32,3%. Jumlah itu setara dengan Rp 50,21 triliun dari total target APBN sebesar Rp 155,40 triliun.
.
.
Untuk cukai hasil tembakau sendiri sudah mencapai 47,76 triliun dan merupakan penyumbang pendapatan negara terbesar di Indonesia. Namun di lain sisi, apabila peredaran rokok di Indonesia tidak dibatasi, maka jumlah perokok di Indonesia akan semakin meningkat setiap tahunnya. Yang lebih mengkhawatirkan lagi apabila perokok di Indonesia kebanyakan merupakan anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah.
.
.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempunyai kebijakan untuk mengatasi persoalan tersebut dengan mengenakan cukai pada rokok. Cukai itu sendiri adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat dan karakteristik tertentu, yaitu konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup, atau pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan. Karena rokok masuk dalam kriteria yang konsumsinya perlu dikendalikan, maka rokok harus dikenakan cukai agar hanya orang-orang dari kalangan tertentu saja yang dapat membeli dan mengkonsumsi rokok. Sehingga peredarannya di Indonesia dapat dikurangi.

BAGIKAN