MAU IMPOR, TAPI TIDAK SELAMANYA?

0
233

Pernahkah kamu melihat pameran barang-barang antik dari luar negeri? Atau dari manakah alat-alat olahraga yang ada di Asean Games? Mungkin kamu pernah melihat kapal wisata asing di laut Indonesia? Kira-kira bagaimana perlakuan terhadap barang-barang tersebut? Bagaimana izinnya?

Barang-barang itu mendapat fasilitas Impor Sementara dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Impor Sementara adalah pemasukan barang impor ke dalam daerah pabean yang benar-benar dimaksudkan untuk diekspor kembali dalam jangka waktu paling lama 3 tahun. Barang-barang pameran tidak akan berada selamanya di Indonesia, setelah masa pameran habis maka barang-barang tersebut juga akan diangkut kembali ke negara asalnya (di ekspor kembali). Juga kapal wisata bule-bule yang ingin menikmati indahnya laut di Indonesia, bahasa kerennya adalah ‘ýacht’. Mereka datang dari negara asal mereka menggunakan kapal tersebut. Kapal itu akan diberikan fasilitas impor sementara, sehingga bisa berada di Indonesia dalam jangka waktu yang ditetapkan. Setelah itu mereka akan kembali ke negara asal mereka. Yah, mungkin ini lah yang namanya tarik ulur, setelah diimpor nantinya akan di ekspor kembali.

Sebelum memohon izin, SobatBC harus tahu terlebih dahulu kriteria barang yang bisa di impor sementara, ada 5 diantaranya:

  • Barang impor tersebut tidak akan habis dipakai
  • Barang impor tersebut tidak mengalami perubahan bentuk secara hakiki
  • Saat diekspor kembali dapat diidentifikasi sebagai barang yang sama
  • Tujuan penggunaan impor jelas
  • Terdapat bukti pendukung bahwa barang akan diekspor kembali

Nah, setelah memenuhi syarat tersebut yuk simak bagaimana permohonan izin untuk Impor Sementara:

 

Keterangan :

  1. Importir mengajukan surat permohonan kepada Kepala Kantor Pabean terdekat.
  2. Permohonan diajukan secara elektronik melalui portal DJBC atau portal INSW
  3. Permohonan harus dilampiri dokumen pendukung berupa :
  • dokumen yang menjelaskan nilai barang (invoice,purchase order,dll)
  • dokumen yang menjelaskan spesifikasi barang ( brosur,katalog,foto barang,dll)
  • dokumen yang menjelaskan tentang tujuan penggunaan barang (kontrak kerja,perjanjian sewa, surat pernyataan,dll)
  • dokumen yang menunjukkan bahwa barang benar-benar akan diekspor kembali
  • dokumen identitas pemohon (NPWP,API,Paspor,dll)
  • Surat kuasa dalam hal permohonan tidak diajukan oleh pimpinan perusahaan/instansi
  • Surat keterangan yang menyatakan bahwa atas transaksi tersebut merupakan pemanfaatan jasakena pajak dariluar daerah pabean
  1. Pejabat BC melakukan penelitian dokumen, dan memberikan keputusan apakah permohonan diterima atau ditolak.

Setelah mendapat izin, SobatBC juga bisa memperpanjang masa izin impor sementara. Jangka waktu yang dapat ditambah tidak melebihi 3 tahun. Izin juga diajukan ke Kantor Pelayanan sebelum jangka waktu impor sementaranya berakhir. Jadi, jika impor sementara sobatBC berakhir di bulan Desember 2018, SobatBC harus mengajukan izin di November 2018. Sama seperti memperpanjang SIM SobatBC. Perpanjangan harus diajukan dengan menyebutkan alasan dan dilampiri dengan bukti pendukungnya juga.

Setelah barangnya sudah selesai digunakan, SobatBC akan mengekspor kembali. Apa saja yang harus  dilakukan?

  1. Importir menyampaikan PEB dan surat pemberitahuan re ekspor
  2. Pejabat BC akan melakukan pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik
  3. Barang harus di ekspor paling lama 30 hari sejak tanggal berakhirnya izin IS
  4. Re ekspor dapat dilakukan lebih dari 1x pengiriman dengan ketentuan tidak melebihi 30 hari sejak berakhirnya Impor Sementara

Terdapat beberapa ketentuan barang-barang yang mendapat pembebasan Bea Masuk ataupun yang diberikan keringanan Bea Masuk. Untuk lebih jelasnya, SobatBC dapat melihat peraturan Impor Sementara di PMK 178/PMK.04/2017 tentang Impor Sementara dan Per-02/BC/2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Impor Sementara atau hubungi Call Centre Bea Cukai 1500225.

BAGIKAN