Suka Barangnya, Bayar Pajaknya

0
221

Dewi mempunyai teman di luar negeri. Sarah namanya, dia tinggal di Singapura. Dewi adalah seorang dokter muda yang penuh dedikasi dan semangat tinggi, orangnya asyik, murah senyum dan ceria. Dewi berkenalan dengan Sarah dari sebuah seminar kedokteran tingkat asia tenggara yang diselenggarakan di Jakarta setahun yang lalu, kebetulan Sarah menjadi perwakilan dari negara yang dijuluki The Lion City itu. Lumayan juga mengikuti seminar, selain menambah ilmu pengetahuan juga dapat menambah pertemanan. Apalagi teman dari luar negeri. Hal yang langka dan jarang terjadi. Mereka saling berkomunikasi melalui facebook, telepon maupun WA.  Ingin mengetahui kabar masing-masing di negara yang berbeda. Mereka sudah akrab dan pertemanan mereka erat meskipun berjauhan. Mereka saling tukar informasi dan ilmu pengetahuan tentang dunia kedokteran. Pertemanan mereka pun sudah genap setahun, karena sudah merasa dekat dan akrab, Sarah ingin memberi hadiah ulang tahun kepada Dewi.

“ Hadiah apa yang cocok buat Dewi ya” pikir Sarah.

Kebiasaan saling memberi hadiah di hari ulang tahun memang merupakan suatu tradisi yang baik dan perlu dilestarikan. Di Singapura, Sarah mencari tas yang cocok buat Dewi sahabatnya. Dia berjalan jalan menyusuri mall di Singapura mencari tas yang keren. Setelah sekian lama akhirnya Sarah menemukan tas ia cari. Tas tersebut berwarna putih dengan harga USD 80. Kemudian Sarah membawa pulang kerumahnya. Setelah sampai di rumah, Sarah membungkus tas tersebut dengan rapi dan kemudian membawa menuju ke perusahaan jasa titipan ABC untuk dikirim ke Indonesia.

Sarah memberitahu Dewi kalau dia akan mengirim paket ke Jakarta. Lewat facebooknya sarah mengirim foto barang kepada dewi. Disitu ada tracking barang no. Air waybill (awb) /resi. Sebagai orang yang berpendidikan Dewi ingin memastikan paketnya ini memang benar adanya jangan sampai tertipu seperti kejadian yang pernah dia lihat di tv. Dia buka website bea cukai di www.beacukai.go.id. Dan mengecek di menu tracking barang kiriman. Setelah dicek ternyata benar ada barang kiriman tersebut, dan statusnya sedang dalam proses pengiriman.

Selang beberapa hari, Dewi mendapat pemberitahuan melalui telepon dari jasa titipan ABC bahwa ia mendapat kiriman dari luar negeri. Dan menanyakan apa dia mempunyai NPWP. Jika punya NPWP agar di email ke pihak jasa titipan ABC. Bukti NPWP ini digunakan petugas bea cukai untuk menentukan besaran PPh, apabila bisa menunjukkan NPWP tarif pphnya 10%, apabila tidak dapat menunjukkan tarif pphnya 20%. Dewi kaget kenapa harus membayar bea masuk dan pajak pajaknya.

“Kenapa harus bayar bea masuk dan pajak, kok tidak dibebaskan saja, ini kan hadiah buat saya, tidak beli” pikir Dewi.

Dewi kemudian menghubungi bea cukai unit layanan informasi kantor bea cukai setempat, menanyakan hal tersebut. Dalam percakapan itu  petugas bea cukai menjelaskan bahwa barang yang dikirim dari luar negeri diberlakukan sebagai barang impor dan terutang bea masuk dan pajak-pajaknya. Untuk barang kiriman dari luar negeri yang nilainya dibawah FOB USD 75 dibebaskan dari bea masuk dan pajak-pajaknya. Dalam percakapan itu Dewi meminta rincian tentang penghitungan bea masuk dan pajak-pajaknya.

“ Harga tas FOB USD 80 , freight USD18, asuransi USD 2, kurs USD 1=Rp. 15.000,  berapakah bea masuk dan pajak-pajaknya?” tanya dewi.

Petugas bea cukai menjelaskan bahwa barang yang nilainya diatas FOB USD 75 secara keseluruhan dikenakan pajak, maksudnya adalah tidak ada pengurangan pembebasan. Itu berarti yang terkena bea masuk dan pajak tetap USD 80, bukan USD 5 (80-75). Rinciannya adalah sebagai berikut:

Nilai Pabean (NP)

(Nilai barang + Ongkos Kirim + Assuransi) x Kurs

(USD 80 + USD 18 + USD 2) x Rp.15.000 = Rp 1.500.000

Bea masuk (BM)

Tarif nilai pabean X Nilai Pabean (NP)

7,5% x Rp 1.500.000 = Rp 113.000 (dibulatkan)

Nilai Impor (NI)

Nilai Pabean (NP)+Bea masuk (BM)

1.500.000 + 113.000 = Rp 1.613.000 (dibulatkan)

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Tarif PPN x nilai impor

10% x 1.613.000  = Rp 162.000 (dibulatkan)

Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 impor

Tarif PPh x nilai impor

10% x Rp1.613.000  =  162.000 (dibulatkan)

 

Jadi Dewi harus membayar sebesar = bea masuk + PPN + PPh

113.000 + 162.000 + 162.000 = Rp 437.000

Dewi merasa puas dengan penjelasan yang diberikan oleh petugas bea cukai. Biasanya selain pembayaran pajak, pihak jasa titipan juga mengenakan biaya tambahan seperti biaya administrasi dan biaya bank.

Pihak jasa titipan menawarkan 2 alternatif cara pembayaran yang bisa pilih. Apa mau transfer ke rekening perusahaan jasa titipan atau membayar di rumah saat barang diterima. Dewi ingin membayar dirumah saja saat barang diterima.

Selang satu hari, kemudian Dewi kedatangan kurir jasa titipan ABC dan membayar seluruh kewajibannya dan barangpun diterima. Dewi senang hati dan menelpon Sarah di Singapura yang mengabarkan bahwa barangnya sudah diterima.

BAGIKAN