Tata Laksana Ekspor Kendaraan Bermotor

0
145

Tahukah kamu? Pada 11 Februari 2019 Direktur Jenderal Bea dan Cukai mengeluarkan PER-01/BC/2019 tentang Tata Laksana Ekspor Kendaraan Bermotor dalam Bentuk Jadi.

Sebelum aturan ini berlaku, setiap kendaraan bermotor yang akan diekspor wajib mengajukan PEB, menyampaikan NPE, serta apabila terdapat kesalahan, pembetulan jumlah dan jenis barang harus dilakukan paling lambat sebelum masuk Kawasan Pabean, sehingga waktu yang diperlukan lebih lama.

Selain itu, perlu proses grouping atau pengelompokan yang kompleks, seperti berdasarkan waktu keberangkatan kapal, negara tujuan, Vehicle Identification Number (VIN), jenis transmisi, sarana pengangkut, dan waktu produksi.
Pemerintah terus berupaya mengendalikan neraca transaksi untuk menjaga perekonomian Indonesia, salah satunya dengan meningkatkan ekspor. Oleh karena itu, pemerintah terus menciptakan berbagai kemudahan dalam rangka meningkatkan aktivitas ekspor, salah satunya dengan penyederhanaan aturan.
Adapun manfaat dengan menggunakan mekanisme ekspor baru ini, dapat menurunkan biaya logistik terkait storage dan handling sebesar Rp600.000/unit dan biaya trucking sebesar Rp150.000/unit. Total cost efficiency yang diperoleh 5 eksportir terbesar kendaraan CBU mencapai Rp314,4 milyar/tahun.
#beacukaiRI
#beacukaimakinbaik
#KWBCSulbagtara
#SetiapKitaadalahHumas
#EksporOtomotifIndonesia
#EnsikloBC

BAGIKAN