Sharing Discussion Optimalisasi Prakarsa Ekspor Langsung Pelabuhan Bitung

0
209

Pada Kamis 29 Agustus 2019, Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Utara mengadakan sharing discussion terkait ekspor langsung dari Pelabuhan Bitung bertempat di Ruang Rapat Lt. 2 Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Utara. Acara tersebut dimulai pukul 09.00 WITA dan dibuka oleh Setiawan selaku Plh. Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Utara. Dalam sharing discussion ini dihadiri oleh instansi yang terlibat dalam mendukung prakarsa ekspor langsung dari Pelabuhan Bitung seperti Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kota Bitung, Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado, Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Manado, PT Pelindo IV Terminal Petikemas Bitung, dan Kantor Bea Cukai Bitung. Beberapa hal yang dibicarakan dalam sharing discussion ini antara lain berupa langkah – langkah yang telah dilaksanankan terkait prakarsa ekspor langsung pelabuhan Bitung, kendala yang dihadapi terkait ekspor langsung melalui pelabuhan Bitung dan pembahasan tentang solusi agar ekspor langsung melalui pelabuhan Bitung dapat direalisasikan.

Terkait fasilitas pelabuhan, PT Pelindo IV Terminal Petikemas Bitung akan melakukan penambahan fasilitas 3 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) di bulan Oktober 2019 dan tambahan 2 unit RTG lagi di bulan April 2020. Regulasi untuk ekspor di bidang pertanian tidak ada kendala. Bahkan di Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado, eksportir dengan mudah menggunakan internet untuk pengurusan perijinan karantina. Untuk ekspor dengan negara tujuan seperti Uni Eropa yang mengharuskan persyaratan tes aflatoxin yang tidak boleh melebihi ambang batas. Adapun Pelindo kini memberikan kemudahan dalam rangka mendukung ekspor langsung melalui pelabuhan Bitung berupa diskon sebesar 50% untuk biaya tambat kapal dan 15% untuk biaya bongkar muat, sehingga biaya yang ada pada Pelindo IV Bitung dapat bersaing dengan pelabuhan lainnya di Indonesia.  Dalam penutupnya, Plh. Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Utara mengutarakan bahwa ekspor langsung dari pelabuhan Bitung adalah menyangkut persaingan bisnis, yaitu melakukan pemindahan/ migrasi bisnis yang ada di daerah lain seperti Makassar, Surabaya, dan Jakarta ke Bitung. Secara teori seharusnya biaya yang timbul dari ekspor langsung dari pelabuhan Bitung lebih murah karena jaraknya yang lebih dekat dengan negara tujuan ekspor. Untuk melakukan ekspor langsung dari pelabuhan Bitung terdapat 6 (enam) isu yang perlu dikaji, yaitu size economy, cost, time, facility, policy, dan campaign. “Diharapkan dengan pertemuan ini seluruh pihak yang terlibat dalam ekspor langsung melalui pelabuhan Bitung dapat mendorong dan mendukung terealisasinya ekspor langsung dari Pelabuhan Bitung”, ujar Setiawan.


#beacukairi
#kanwilbcsulbagtara
#beacukaimakinbaik
#SetiapKitaAdalahHumas
#prakarsaekspor
#DirectCall
#kegiatanbc

BAGIKAN