PIDATO MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, SRI MULYANI INDRAWATI

0
356

Pidato Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati

Dalam acara Hari Bea Cukai ke-73

Jakarta, Rabu 2 Oktober 2019

 

Yth. Para Pejabat Eselon I di Lingkungan Kementerian Keuangan

       Para Pejabat dan Pegawai di Lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

       Para Attache Negara sahabat,

       Para mantan Dirjen Bea dan Cukai

       Para Purnabhakti   

       serta Hadirin dan Tamu Undangan,

 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat pagi,

Salam Sejahtera bagi kita semua,

om Swasti Astu, Namo Budaya Salam Kebajikan

 

Dalam kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan ridho-Nya, kita semua dapat hadir di pagi hari ini untuk memperingati Hari Bea Cukai ke-73 dengan tema Menuju Insan yang Cakap, Sehat, dan Berintegritas untuk Bea Cukai yang Makin Baik.

Di momen yang berbahagia ini, Bea dan Cukai sudah memasuki usia 73 Tahun. Telah begitu panjang perjalanan instansi ini dari masa ke masa. Fungsi Bea Cukai yang pada awal pembentukannya menitikberatkan pada fungsi pemungutan penerimaan negara, saat ini telah bertransformasi mengikuti perubahan zaman menjadi institusi yang memiliki fungsi yang lebih luas yaitu fasilitasi perdagangan dan industry serta perlindungan masyarakat disamping optimalisasi penerimaan negara

Transformasi fungsi tersebut, tidak terjadi dalam satu malam, tetapi terjadi secara bertahap, direncanakan, dan dilakukan bersama oleh seluruh komponen Bea Cukai. Tranformasi, yang jika kita lihat lagi ke belakang, memerlukan energi dan pengorbanan yang tidak sedikit. Ini membuktikan bahwa Bea Cukai sejak awal pendiriannya telah akrab dengan perubahan dan tidak takut untuk berubah sesuai perkembangan jaman.

 

Para hadirin dan seluruh peserta apel luar biasa yang saya banggakan,

Transformasi kelembagaan melalui program reformasi yang telah dijalankan  oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, menunjukkan bahwa Bea Cukai masih tetap konsisten untuk selalu berubah mengikuti perkembangan lingkungan strategisnya. Setelah di tahun-tahun sebelumnya memfokuskan program perubahan di area pelayanan, pengawasan, fasilitasi, dan penerimaan, sejak akhir tahun 2016DJBC memasuki fase krusial, yaitu menjadikan penguatan budaya organisasi sebagai fokus utama. Komitmen Bea Cukai untuk memperbaiki sikap,perilaku, integritas dan akhlak pegawai, telah dikuatkan dengan menjadikannya sebagai pondasi dalam program penguatan reformasi kepabeanan dan cukai.

Menjadikan sumber daya manusia sebagai pilar utama dalam perubahan merupakan suatu keputusan yang tepat dan telah mulai menunjukkan hasil membanggakan. Hal ini ditunjukkan dengan: Semakin meningkatnya nilai persepsi integritas insan Bea Cukai; Semakin meningkatnya basis penerimaan pajak dan kepatuhan pengguna jasa sebagai wujud Penertiban Impor, Cukai, Ekspor Berisiko Tinggi (PICEBT); serta semakin meningkatnya efektivitas pengawasan, efisiensi pelayanan, dan penerimaan negara sebagai wujud harmonisnya sistem perpajakan di internal Kementerian Keuangan dan sinergi yang baik dengan K/L terkait termasuk Aparat Penegak Hukum lainnya.

Namun demikian, saya ingin Bea Cukai tidak cepat berpuas diri dan terlena dengan capaian saat ini, karena tantangan kedepan tidaklah mudah. Fokuslah pada apa yang akan dikerjakan ke depan, fokuslah pada ruang-ruang yang masih bisa diperbaiki dan disempurnakan. Saya harapkan semangat dan sikap inovatif dan kreatif menjadi pendorong Bea Cukai untuk terus berkontribusi tidak hanya di dalam fungsi pokoknya, tetapi juga terhadap isu-isu kebijakan strategis nasional lainnya, seperti: Kebijakan kemudahan perizinan berusaha; Pengamanan Sumber Daya Alam; Pengelolaan Perdagangan Digital Lintas Negara (e-commerce); dan Pengembangan National Logistic Ecosystem.

 

Para hadirin dan seluruh peserta apel luar biasa yang saya muliakan,

Pengalaman adalah guru terbaik. Pepatah itu sangat relevan untuk diresapi dan dihayati oleh kita bersama. Masa kelam 1985 pernah menjadi mimpi buruk yang harus selalu diingat. Kondisi yang tidak nyaman saat itu, tidak membuat Bea Cukai menyerah. Bahkan dijadikan momentum oleh insan Bea Cukai saat itu untuk bangkit memperbaiki diri, sehingga hasilnya bisa kita rasakan hari ini.

Pondasi yang kuat telah diletakkan oleh para pendahulu bea cukai sehingga Bea cukai berhasil melewati masa kelam 1985. Oleh karena itu, sebagai bentuk penghargaan dan pengingat bagi generasi baru Bea Cukai, nama-nama pimpinan bea cukai yang telah berjasa bagi organisasi akan diabadikan sebagai nama  Gedung pada Kantor Pusat DJBC.

Untuk itu, Insan Bea Cukai masa kini, generasi baru, generasi milenial,harus dapat meneladani dan terus bekerja keras untuk mewujudkan bea cukai yang lebih baik. Jadikan momentum Hari Bea Cukai ini untuk membentuk jati diri Insan Bea Cukai yang cakap, sehat, dan berintegritas sebagai dasar budaya organisasi yang kokoh. Semangat Hari Bea Cukai harus tetap kita jaga dan pertahankan untuk meneruskan perjuangan meraih cita-cita bangsa dan negara ini.

 

Para hadirin dan seluruh peserta apel luar biasa yang terhormat,

Perlu kita ketahui bersama bahwa kebijakan fiskal 2020 diarahkan untuk mendorong inovasi dan penguatan kualitas SDM untuk peningkatan produktivitas, serta mendorong upaya akselerasi daya saing untuk penguatan investasi dan ekspor. Tantangan dan risiko yang berat tersebut membutuhkan Insan Bea Cukai yang cakap, sehat, dan berintegritas agar mampu menjalankan tugas kebeacukaian yang meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan lalu lintas barang impor, barang ekspor,  serta pemungutan bea masuk, bea keluar, cukai, dan pungutan negara lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan.

Setiap insan Bea Cukai harus cakap. Cakap atas ilmu pengetahuan dan teknologi, cakap menemukan terobosan yang cerdik, serta cakap untuk membawa Bea Cukai from local to global. Selain itu, karakteristik pekerjaan yang menantang, penuh risiko, serta medan yang berat, menuntut agar insan Bea Cukai mempunyai gaya hidup sehat dan bugar.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah kesehatan mental, yang tercermin dari sikap yang berintegritas, beriman dan akhlak yang baik. Sebagai Insan Bea Cukai sejati, janganlah sekali-kali mengecewakan rakyat dan jangan berkhianat pada rakyat. Bea Cukai memiliki fungsi yang langsung berakibat pada kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, sehingga apa yang dilakukan dan apa yang tidak dilakukan akan berakibat langsung pada masyarakat.

 

Para hadirin dan seluruh peserta apel luar biasa yang berbahagia,

Apresiasi dan rasa bangga saya sampaikan kepada seluruh jajaran bea cukai baik yang sekarang sedang melakukan patrol laut, menjaga perbatasan, dan memerangi narkoba atas dedikasinya dalam menjalankan tugas sehingga menjadikan bea cukai sebagai institusi yang membanggakan. Terus optimis dan jadilah Insan Bea Cukai yang cakap, sehat, dan berintegritas demi bea cukai yang makin baik.

Apresiasi juga saya sampaikan kepada seluruh Unit Eselon 1 Kementerian Keuangan, Kementerian/Lembaga lain, Aparat Penegak Hukum serta Atttache Negara sahabat atas kerjasama dan sinergi dengan Bea Cukai selama ini sehingga menjadikan bea cukai sebagai salah satu motor penggerak pembangunan bangsa dan Negara.

 Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan rahmat dan ridho-Nya bagi kita semua untuk dapat melaksanakan tugas dan amanah seluruh rakyat Indonesia dalam upaya menjalankan roda pembangunan menuju bangsa dan negara yang lebih maju, adil, dan sejahtera. Jangan pernah lelah untuk mencintai Negeri ini.

Terimakasih atas perhatiannya,

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Sumber Foto:

Nasional Tempo

BAGIKAN