PRESTASI KANWIL BC SULBAGTARA

0
304

 

  1. Peran sebagai pemungut penerimaan negara (revenue collector)

 

Tabel Penerimaan 2019

Dalam perannya sebagai revenue collector Bea Cukai mempunyai tugas melakukan pemungutan bea masuk dan bea keluar serta cukai secara maksimal. Sampai dengan tanggal 30 November 2019 ini, realisasi penerimaan Bea Cukai Kantor Wilayah Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) mencapai 366,82% yaitu sebesar Rp 463.855.434.791,00 melampui target yang dibebankan yaitu sebesar Rp 126.454.461.000,00.

Realisasi penerimaan tersebut terdiri dari bea masuk sebesar Rp 290.758.156.191,00, Bea keluar sebesar Rp. 153.203.893.000,00, serta cukai (cukai hasil tembakau dan minuman mengandung etil alkohol serta cukai lainnya) sebesar Rp.19.893.385.600,00.

Hal ini merupakan sebuah prestasi yang membanggakan bagi Bea Cukai Kanwil Sulawesi Bagian Utara karena keberhasilan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pemungut penerimaan negara (revenue collector), selain mempunyai tugas dan fungsinya yang lain seperti perlindungan masyarakat (community protector), menfasilitasi perdagangan (Trade facilitator), dan assistensi terhadap industri (industrial assistance).

Keberhasilan bea cukai kanwil sulawesi bagian utara ini merupakan berkat sinergi bersama seluruh kantor bea cukai yang ada di lingkungan kanwil sulawesi bagian utara yaitu KPPBC (Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai) Manado, KPPBC Bitung, KPPBC Gorontalo, KPPBC Luwuk, KPPBC Morowali, KPPBC Pantoloan dan PSO (Pangkalan Sarana Operasi) Pantoloan.

Selain itu keberhasilan ini didukung pula oleh peran serta masyarakat dan dan kepatuhan stakeholder di wilayah Kanwil Sulawesi Bagian Utara.

 

  1. Peran sebagai pengawasan (Community protector).

Tabel Hasil Penindakan 2019

No.

Nama

Jumlah

1.

Jumlah Penindakan

186

2.

Penindakan yang diproses lebih lanjut sebagai barang dikuasai negara (BDN)/ barang milik negara (BMN) dan/atau pemusnahan

104

3.

Hasil Penyidikan yang dinyatakan lengkap oleh kejaksaan (P21)

7

 

Bahwa Bea Cukai sebagai aparatur pengawasan lalu lintas barang dalam rangka melindungi kepentingan masyarakat dari peredaran barang ilegal yang dapat membahayakan dan menimbulkan dampak negatif. Upaya yang dilakukan antara lain pencegahan terhadap masuknya barang-barang yang membahayakan keamanan negara dan pencegahan barang-barang yang merusak kesehatan dan meresahkan masyarakat.

Sampai dengan bulan November 2019, Bea Cukai Kanwil Sulawesi Bagian Utara telah melakukan 186 kali penindakan di bidang kepabeanan dan cukai dan perkiraan kerugian negara mencapai 2,6 Milliar. Dari jumlah tersebut, jumlah penindakan yang diproses lebih lanjut sebagai barang dikuasai negara (BDN)/ barang milik negara (BMN) dan/atau pemusnahan sebanyak 104 kasus. Selain itu dari hasil penyidikan ada 7 kasus yang telah P21 yang kemudian dilimpahkan kepada kejaksaan.

Adapun jenis barang yang dilakukan penindakan antara lain berupa Hasil tembakau /rokok ilegal, Minuman Mengandung Ethyl Alkohol, dan pakaian bekas.

Hal ini merupakan bukti nyata bahwa Bea Cukai berperan aktif memberantas peredaran barang barang ilegal.

 

C.Upaya untuk memaksimalkan penerimaan.

 

Data Hasil Program Sinergi dengan DJP 2019

No

Nama

Capaian

1

Joint Program (DJBC-DJP)

Rp. 36.659.727.945,00

 

Dalam rangka mengoptimalkan penerimaan negara bea cukai kantor wilayah sulawesi bagian utara melakukan program sinergi dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan No. 481/KMK.01/2018 tentang program sinergi reformasi Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea Dan Cukai. Ruang lingkup kerjasama antara DJP dan DJBC meliputi  joint analisis, join audit, join collection, join investigasi, join proses bisnis, single profile dan secondment.

Melalui joint program ini diharapkan tercapainya sinergi yang efektif antara DJBC dan DJP dan dapat pula menghasilkan suatu rekomendasi kebijakan yang dapat mendorong kepatuhan pengguna jasa atau wajib pajak. Dalam join program tersebut realisasi penerimaanmencapai Rp. 35.152.356.179. Dengan program ini terbukti mampu untuk menambah penerimaan negara.

 

 

  1. PRAKARSA EKSPOR LANGSUNG DARI BITUNG SEBAGAI PELABUHAN HUB INTERNASIONAL.

Dalam rangka memajukan perekonomian daerah, Bea Cukai Kanwil Sulawesi Bagian Utara ikut berpartisipasi dan berperan aktif untuk memprakarsai kegiatan ekspor langsung dari pelabuhan bitung. Selama ini kegiatan perdagangan ekspor dan impor daerah Sulawesi Utara masih melalui pelabuhan di Jakarta atau Surabaya. Dari pelabuhan tersebut baru dikirim menuju Sulawesi Utara, Sehingga menimbulkan inefisiensi perdagangan dan biaya tinggi. Selain itu keuntungan yang diperoleh perusahaan juga kecil karena biaya pengiriman yang tinggi. Namun apabila kegiatan ekspor dan impor tersebut dilakukan di pelabuhan Bitung, akan membawa kemudahan dan keuntungan baik bagi pengusaha, pemerintah dan masyarakat setempat. Biaya angkut menjadi lebih murah dan harga barang menjadi lebih murah.

Apabila ekspor langsung dari Pelabuhan Bitung telah terlaksana, akan memberikan nilai efisiensi bagi perdagangan Sulawesi Utara termasuk Indonesia bagian timur mengingat pelabuhan bitung telah didesain sebagai pelabuhan hub internasional untuk wilayah timur Indonesia. Di masa mendatang, sebagai pelabuhan hub internasional, pelabuhan Bitung akan menjadi pintu gerbang perdagangan internasional untuk wilayah timur Indonesia yang dimana seluruh barang ekspor dari wilayah timur Indonesia dikumpulkan di pelabuhan Bitung untuk kemudian diangkut oleh kapal besar (mother vessel) ke negara tujuan ekspor, sebaliknya untuk impor juga akan dikumpulkan terlebih dahulu di pelabuhan Bitung selanjutnya didistribusikan ke seluruh wilayah timur Indonesia menggunakan kapal pengumpan (fedder vesel), penyelesaian kewajiban kepabeanan tetap dilakukan di pelabuhan asal muat barang atau pelabuhan tujuan barang.

Oleh karena itu untuk mewujudkan hal tersebut, perlunya upaya bersama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk dapat mewujudkan ekspor langsung dari pelabuhan bitungsebagai upaya awal guna mengoptimalkansebagai pelabuhan hub internasional Bitung.

Kegiatan yang dilaksanakan Bea Cukai Kanwil Sulawesi Bagian Utara dalam rangka mendukung kegiatan tersebut antara lain:

  1. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait di pelabuhan bitung yaitu Pelindo, KSOP, Karantina, agen pelayaran.
  2. Melakukan koordinasi dengan instansi pemerintah daerah setempat yaitu dinas perindustrian dan perdagangan.
  3. Mendorong eksportir dan importir untuk melakukan kegiatan ekspor dan impor melalui pelabuhan bitung.
  4. Menyelenggarakan FGD (Forum Group Discussion) terkait inisiasi ekspor langsung dari pelabuhan bitung dengan mengundang seluruh pemangku kepentingan.
  5. Menandatangani deklarasi untuk mendukung ekspor langsung dari pelabuhan bitung dengan seluruh pemangku kepentingan dan berperan aktif untuk mensukseskan program ini.

Diharapkan dengan langkah-langkah ini prakarsa ekspor langsung dari pelabuhan bitung sebagai pelabuhan hub internasional dapat terwujud sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat khususnya di Sulawesi Utara.

 

 

 

 

 

 

 

BAGIKAN