Bea Cukai Bebaskan Impor 73 Jenis Barang Terkait COVID-19

0
177
School chemistry flasks with reagent icon

Bea Cukai membuat gebrakan baru dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Coronavirus Disease atau COVID-19 yaitu berupa pemberian fasilitas pembebasan bea masuk, tidak dipungut PPN dan pembebasan PPh Pasal 22 impor. Selain itu, pengajuan perizinan pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor cukup dilakukan di kantor pelayanan bea cukai tempat pemasukan barang. Apabila pemohon memasukkan barang impor melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado atau melalui Kantor Pos Manado, maka proses pengajuan permohonannya cukup dilakukan di kantor Bea Cukai Manado dan tidak perlu ke Kantor Pusat Bea Cukai di Jakarta.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara), Cerah Bangun mengatakan bahwa hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34 Tahun 2020 terkait dengan impor barang untuk penanganan Virus Corona atau COVID-19. Pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor diberikan terhadap impor barang yang nilainya kurang dari atau sama dengan FOB USD 500. Jika nilai impornya melebihi FOB USD 500 maka tetap mendapatkan pembebasan namun harus mengajukan permohonan ke kantor pelayanan bea cukai tempat pemasukan barang.

“Totalnya ada 73 jenis barang yang dibebaskan bea masuk dan pajak impornya ” ungkap Cerah.

Dalam PMK 34 tahun 2020 dijelaskan komoditas yang dibebaskan antara lain Hand Sanitizer, test kit dan reagen laboratorium, virus transfer media, obat dan vitamin, peralatan medis dan alat pelindung seperti masker, pakaian pelindung dan sarung tangan.

Tujuan dari pemberian fasilitas ini untuk mengatasi persediaan barang-barang terkait pencegahan dan penanggulangan COVID-19  di dalam negeri yang kian terbatas dan harus diimpor.Hal tersebut tentunya tidak boleh kekurangan karena sangat dibutuhkan masyarakat. Pihak yang mendapatkan fasilitas adalah pemerintah pusat/daerah, orang-perorangan, badan hukum, non badan hukum dan memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).Adapun syarat untuk mendapatkan pembebasan ini cukup mudah yaitu denganmelampirkan identitas pemohon, fotokopi NPWP, rincian jumlah dan jenis barang serta tujuan penggunaan barang.Pengajuan permohonan disampaikan secara elektronik melalui portal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) atau Indonesia National Single Window (INSW). Dalam hal barang impor terkena ketentuan tata niaga impor, diperlukan surat rekomendasi pengecualian ketentuan tata niaga impor dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

“Dengan fasilitas ini diharapkan kebutuhan barang-barang terkait penanganan COVID-19 dapat tercukupi,” pungkas Cerah.

Sumber Gambar : Internet 

BAGIKAN