BELI HANDPHONE BARU DARI LUAR NEGERI ? JANGAN LUPA REGISTRASI DI BEA CUKAI

0
715

Handphone, sekarang ini sudah menjadi benda wajib yang dimiliki setiap orang. Dengan handphone dapat mempermudah kehidupan kita. Tidak hanya untuk berkomunikasi saja, namun juga digunakan keperluan lain seperti order ojek online, makanan, isi pulsa, perbankan dan masih banyak yang lainnya. Orang dengan mudah untuk mendapatkan handphone baru. Misalnya di mall atau di counter yang tersebar luas  di kota maupun di desa.

            Namun ada juga masyarakat yang membeli handphone dari luar negeri. Pembelian itu bisa terjadi pada saat perjalanan dari luar negeri, pulang membawa handphone baru atau belanja secara online/E-Commerce dari luar negeri. handphone impor yang masuk ke indonesia harus diregistrasi terlebih dahulu di bea cukai. Tidak hanya handphone tetapi juga perangkat elektronik lainnya yaitu komputer genggam dan tablet. Hal ini tertuang di dalam peraturan direktur jenderal bea dan cukai No.PER-05/BC/2020 yang menyebutkan bahwa agar dapat tersambung dengan jaringan komunikasi nasional, maka perangkat telekomunikasi yang diimpor, yang dikeluarkan dari kawasan berikat ke tempat lain dalam daerah pabean, dan yang dimasukkan atau dikeluarkan ke atau dari kawasan bebas, seluruhnya wajib memiliki International Mobile Electronic Identity (IMEI) yang terdaftar di kementerian perindustrian.

            Pemasukan perangkat elektronik ini untuk wilayah sulawesi utara pintu masuknya melalui bandara internasional sam ratulangi manado dan kantor pos manado. Penumpang/awak sarana pengangkut yang membeli handphone baru dari luar negeri  dan ingin menggunakan jaringan telekomunikasi, wajib meregistrasi International Mobile Electronic Identity (IMEI), melalui Bea Cukai. Bea cukai hadir di pintu kedatangan internasional  bandara sam ratulangi dan kantor pos manado.

Untuk registrasi IMEI ini mudah saja yaitu melalui aplikasi android mobile bea cukai yang bisa diunduh di google pay atau bisa juga melalui website beacukai.go.id. yang selanjutnya akan diverifikasi oleh petugas Bea cukai pada saat kedatangan.

Selain pemasukan dari bandara internasional melalui penumpang/awak sarana pengangkut, untuk memperoleh handphone baru juga bisa dengan belanja dari luar negeri secara online melalui perusahaan jasa titipan/pos (E-Commerce). Dan tetap harus melakukan registrasi. Registrasi ini dilakukan oleh perusahaan jasa titipan beserta bea cukai. Resiko jika tidak melakukan registrasi ini adalah perangkat komunikasi ini akan terblokir dan tidak bisa digunakan.

Tujuan dari registrasi IMEI ini adalah untuk menekan penyelundupan juga bertujuan mendukung industri yang kondusif di dalam negeri serta melindungi masyarakat dari perangkat ilegal.

Pengecualian bagi turis asing yang memakai kartu SIM asing tidak perlu melakukan pendaftaran IMEI. Turis asing yang ingin menggunakan kartu SIM domestik indonesia dapat mengaktifkannya di gerai-gerai resmi operator seluler dengan maksimal akses 90 hari.

Perlu diketahui bahwa bagi para penumpang dari luar negeri yang belanja perangkat telekomunikasi baru seperti handphone, komputer genggam dan tablet jika harganya melebihi FOB 500 USD (sekitar Rp 7,8 jutaan) maka barang-barang tersebut akan dikenakan bea masuk dan pajak impor. Bea cukai yang akan memungut penerimaan negara tersebut.

Adapun jumlah handphone baru yang boleh dibeli dari luar negeri, dibawa penumpang atau dari belanja online/E Commerce maksimal hanya 2 (dua) saja. Apabila lebih dari 2 (dua) maka harus mendapatkan izin pemasukan dari kementerian perdagangan. Hal ini sesuai dengan peraturan menteri perdagangan No.38/M-DAG/PER/8/2013. ***

Sumber Gambar : Internet

BAGIKAN