CARA MEMULAI EKSPOR

0
1294

Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang ke luar daerah pabean. Dalam perdagangan internasional kegiatan ekspor maupun impor ini timbul karena terjadi penawaran dan permintaaan antar negara. Setiap negara mempunyai keunggulan masing-masing sehingga satu sama lain saling membutuhkan. Ekspor ini menghasilkan devisa yang dibutuhkan negara untuk membiayai pembangunan.

Provinsi Sulawesi Utara mempunyai potensi komoditas ekspor non migas yang cukup besar. Komoditas ekspor didominasi oleh olahan kelapa seperti VCO (Virgin Coconut Oil), Kopra dan Minyak Kelapa, dan produk perikanan.

Bagi pengusaha yang akan memulai ekspor, perlu diketahui syarat-syaratnya untuk menjadi eksportir. Dikutip dari laman http://djpen.kemendag.go.id/ bahwa untuk menjadi sebuah perusahaan ekspor harus memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

  1. Badan Hukum, dalam bentuk :
    1. CV (Commanditaire Vennotschap)
    2. Firma
    3. PT (Perseroan Terbatas)
    4. Persero (Perusahaan Perseroan)
    5. Perum (Perusahaan Umum)
    6. Perjan (Perusahaan Jawatan)
    7. Koperasi
  1. Memiliki NPWP (Nomor Wajib Pajak)
  2. Mempunyai salah satu izin yang dikeluarkan oleh Pemerintah seperti:
    • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari Dinas Perdagangan
    • Surat Izin Industri dari Dinas Perindustrian
    • Izin Usaha Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) atau Penanaman Modal Asing (PMA) yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Eksportir ini dapat diklasifikasikan menjadi:

  1. Eksportir Produsen, dengan syarat:
    • Sebagai Eksportir Produsen dalam upaya memperoleh legalitasnya seyogyanya memenuhi persyaratan yang ditetapkan yaitu mengisi formulir isian yang disediakan oleh Dinas Perindag di Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau Propinsi, dan Instansi teknis yang terkait.
    • Memiliki Izin Usaha Industri
    • Memiliki NPWP
    • Memberikan Laporan realisasi ekspor kepada Dinas Perindag atau instansi dan pejabat yang ditunjuk (secara berkala setiap tiga bulan) yang disyahkan oleh Bank Devisa dengan melampirkan surat pernyataan seperti: tidak terlibat tunggakan pajak, tidak terlibat tunggakan perbankan, tidak terlibat masalah kepabeanan.

NIB (Nomor Induk Berusaha).

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.24 Tahun 2018 bahwa kegiatan ekspor/impor cukup menggunakan NIB (Nomor Induk Berusaha). Nomor Induk Berusaha (NIB) adalah identitas pelaku usaha dalam rangka pelaksaanaan kegiatan berusaha yang diterbitkan oleh lembaga OSS (Online Single Submission).

NIB sekaligus berlaku sebagai:

    • Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
    • Angka Pengenal Impor (API)
    • Akses Kepabeanan, jika pelaku usaha akan melakukan kegiatan ekspor dan/atau impor

Untuk mendapatkan NIB, pelaku usaha harus mendaftar secara online melalui OSS Republik Indonesia –  https://www.oss.go.id/oss/ .

REGISTRASI KEPABEANAN

Registrasi kepabeanan diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 179/PMK.04/2016. Bagi pengusaha yang akan melakukan melakukan kegiatan ekspor maupun impor harus melakukan Registrasi Kepabeanan ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk diberikan akses kepabeanan.

Untuk dapat melakukan Registrasi Kepabeanan ini pengguna jasa harus memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha), NPWP dan keterangan status Wajib Pajak dengan status valid. Permohonan registrasi kepabeanan dilakukan secara online melalui laman website www.beacukai.go.id atau www.insw.go.id.

Setelah mendapat akses kepabeanan ini  maka pengguna jasa dapat melakukan ekspor/impor melalui sistem CEISA (Customs Excise Information System and Automation) di bea cukai.

Kesimpulannya adalah untuk memulai ekspor maka dimulai dari melengkapi syarat menjadi eksportir, kemudian mempunyai NIB dan telah melakukan registrasi kepabeanan.

Jika masyarakat atau pengguna jasa memerlukan informasi lebih lanjut silakan menghubungi kantor bea cukai terdekat atau hubungi call center bea cukai pada nomor 1500225.***

BAGIKAN