Larangan Sementara Ekspor Antiseptik, Bahan Baku Masker, Alat Pelindung Diri dan Masker

0
162
Abstract Red background Christmas Valentines layout design,studio,room, web template ,Bussiness report with smooth circle gradient color.

Ditengah wabah pandemi covid-19 yang melanda Indonesia khususnya di provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Perekonomian Sulut menunjukkan neraca perdagangan yang positif. Berdasarkan berita resmi BPS, kinerja ekspor di bulan maret 2020 mengalami surplus USD 70.53 juta. Total ekspor maret usd 78.71 juta sedangkan impor USD 8.81 juta. Komoditas terbesar ekspor non migas adalah lemak dan minyak nabati/hewani (HS 15). Produk yang menjadi komoditas unggulan adalah produk olahan kelapa seperti VCO (Virgin Coconut Oil), Kopra dan minyak kelapa, yang diproduksi oleh perusahaan industri yang tersebar di kabupaten/kota di Sulawesi Utara.

Namun melihat kondisi masyarakat yang sedang menghadapi wabah covid-19, pemerintah senantiasa tanggap dan memberikan berbagai kebijakan untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran wabah covid-19, baik dilakukan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pemerintah daerah provinsi Sulawesi Utara melakukan langkah-langkah berupa penerbitan peraturan gubernur no.08 tahun 2020 tentang optimalisasi pencegahan penyebaran wabah covid-19. Pergub tersebut mengatur tentang pembatasan aktivitas sosial, himbauan untuk tinggal dirumah, physical distancing, social distancing, penggunaan masker, cuci tangan dan juga pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui jaring pengaman sosial.

Saat ini masyarakat sedang membutuhkan alat kesehatan untuk mencegah penyebaran wabah covid-19. Masyarakat memerlukan alat perlindungan diri agar dalam beraktivitas dengan orang lain agar tidak menularkan atau tertular virus corona. Alat kesehatan tersebut antara lain berupa antiseptik, bahan baku masker, alat pelindung diri dan masker.

Untuk menjaga persediaan alat kesehatan di dalam negeri agar kebutuhan terpenuhi, pemerintah mengambil langkah berupa pelarangan ekspor berupa antiseptik, bahan baku masker, alat pelindung diri dan masker, hal ini tertuang dalam keputusan menteri perdagangan nomor 23 tahun 2020 tentang Larangan sementara ekspor anti septik, bahan baku masker, alat pelindung diri dan masker.

Tujuan dari pelarangan ekspor tersebut merupakan upaya pemerintah untuk melindungi kesehatan masyarakat dan mencegah penyebaran virus corona di indonesia dan menjaga ketersediaan antiseptik, bahan baku masker, alat pelindung diri, dan masker yang penting untuk pelayanan kesehatan dan pelindung diri bagi masyarakat.

Dengan diberlakukannya peraturan ini, eksportir dilarang sementara mengekspor berupa antiseptik, bahan baku masker, alat pelindung diri, dan masker.

Eksportir yang melanggar aturan ini akan dikenai sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Aturan ini berlaku mulai tanggal 18 Maret 2020 sampai dengan 30 Juni 2020.

Jenis antiseptik, bahan baku masker, alat pelindung diri, dan masker yang dilarang sementara ekspornya adalah

 

 

Uraian Barang

 

 

Pos tarif

A.

Antiseptik, terdiri atas:

 

 

1. Antiseptik hand rub, hand sanitizer dan sejenisnya yang berbasis alkohol

Ex.3004.90.30

 

2. Hand rub, hand sanitizer dan sejenisnya mengandung campuran dari asam terbatu bara dan alkali

Ex.3808.94.10 3

 

3. Hand rub, hand sanitizer dan sejenisnya dalam kemasan aerosol

Ex.3808.94.20

 

4. Hand rub, hand sanitizer dan sejenisnya selain yang mengandung campuran dan asam ter batu bara dan alkali, serta tidak dalam kemasan aerosol

E x 3808.94

B.

Bahan Baku Masker, terdiri atas:

 

 

1. Kain bukan tenunan jenis meltblown nonwoven terbuat dari filamen buatan dengan berat tidak lebih dari 25 g/m2

Ex.5603.11.00

 

2. Kain bukan tenunan jenis meltblown nonwoven terbuat dari bahan selain filamen buatan dengan berat tidak lebih dari 25 g/m2

Ex.5603. 91.00

C.

Alat Pelindung Diri, terdiri atas:

 

 

1. Pakaian pelindung medis

Ex.6210.10.19

 

2. Pakaian Bedah

6211.43.10

D.

Masker, terdiri atas:

 

 

1. Masker bedah

6307.90.40

 

2. Masker lainnya dari bahan nonwoven, selain masker bedah

Ex.6307.90.90

 

Dengan adanya peraturan ini diharapkan persediaan barang barang seperti anti septik, bahan baku masker, alat pelindung diri dan masker dalam rangka pencegahan dan penanggulangan wabah covid-19 tercukupi di masyarakat.

Bagi pengguna jasa yang membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Contact Center Bea Cukai 1500225 atau melalui live web chat di bit.ly/bravobc.

BAGIKAN