SINERGI KANWIL DJBC SULBAGTARA DENGAN KJRI DAVAO CITY UNTUK PENINGKATAN EKSPOR KOMODITAS UNGGULAN SULAWESI UTARA KE FILIPINA

0
211

Manado (06/08/2020), Pemerintah saat ini berupaya menggalakkan ekspor di setiap daerah. Wilayah Sulawesi Utara berbatasan langsung dengan negara Filipina. Dalam rangka untuk meningkatkan ekspor komoditas unggulan Wilayah Sulawesi Utara ke Filipina, pada hari ini dilaksanakan meeting bersama antara Kepala Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara, Cerah Bangun dengan Kepala Konsulat Jenderal RI di Davao City, Dicky Fabrian, melalui aplikasi Zoom. Turut serta dalam meeting tersebut adalah kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian provinsi Sulawesi Utara, Edwin Kindangen, dan Kepala Balai Karantina Pertanian Manado, Donny Muksydayan Saragih.

Dalam pertemuan tersebut Cerah Bangun mengatakan bahwa pertemuan ini sangat penting untuk mendorong peningkatan ekspor langsung dari Sulawesi Utara ke Filipina. Sulawesi Utara memiliki pelabuhan Bitung dan bandara Internasional Sam Ratulangi yang digunakan sebagai pintu masuk/keluar barang baik ekspor maupun impor.

Komoditas utama ekspor ke Filipina antara lain kopra, jagung dan ikan tuna.
“Bea cukai bertekat untuk meningkatkan pelayanan seoptimal mungkin untuk kelancaran ekspor.“ Ungkap Cerah.
Dalam fungsinya sebagai trade facilitator, Bea Cukai memberikan kemudahan bagi pengguna jasa dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih cepat. Pelayanan ekspor di Bea Cukai dilakukan selama 7 hari 24 jam. “Untuk meningkatkan perdagangan dengan Filipina, diperlukan sinergi instansi baik vertikal maupun daerah di wilayah Sulawesi Utara.” ungkap Dicky Fabrian.

Dalam kesempatan tersebut, untuk memberikan gambaran yang jelas, setiap instansi mempresentasikan tentang ketentuan yang berkaitan dengan kegiatan ekspor dan impor. Kanwil Bea Cukai dalam hal ini diwakili Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Bambang Wicaksono, memberikan paparan tentang prosedur ekspor dan impor, serta jenis komoditas ekspor/impor yang selama ini diperdagangkan antara Provinsi Sulawesi Utara dengan Filipina. Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara, Edwin Kindangen, memberikan materi tentang prosedur dan persyaratan mengenai penerbitan SKA (Surat Keterangan Asal), serta persyaratan ekspor untuk produk tertentu. Pemaparan terakhir yaitu dari Kepala Balai Karantina Pertanian, Donny Muksydayan Saragih tentang ketentuan karantina yang berlaku di wilayah Sulawesi Utara.

Acara berlangsung dalam suasana terbuka dan diakhiri dengan tanya jawab sehingga memberikan pemahaman yang utuh tentang ekspor dan impor.
“Dengan adanya kerjasama antara pengusaha Sulawesi Utara dan Filipina diharapkan perdagangan dapat meningkat.” pungkas Cerah.
Diharapkan dengan kegiatan ini, dapat memberikan gambaran yang komprehensif tentang hal hal berkaitan dengan ekspor, baik dari segi prosedur/aturan, sarana prasarana pelabuhan, komoditas, sehingga dapat dijadikan bahan promosi Sulawesi Utara di Filipina dan pada akhirnya dapat meningkatkan ekspor komoditas Sulawesi Utara.

#beacukaiRI
#bckanwilsulbagtara
#BeaCukaiMakinBaik
#SetiapKitaAdalahHumas
#Sinergi
#kegiatanBC
#KJRIDavao

BAGIKAN