PAKAI DULU MASKERMU

0
643
Asian pupils with medical masks on their faces. Boys and girls dressed in school uniform standing near blackboard cartoon characters. Virus protection, allergies concept. Vector illustration on a white background.

Kawan, hari ini Minggu pagi, cuaca cerah, udara segar, angin bertiup sepoi-sepoi, panas matahari tidak begitu menyengat. Suasana begitu syahdu. Tempat olah raga di Kawasan Megamas Manado, nampak sepi lengang, tidak seperti biasanya ramai, tumplek blek orang terpusat olah raga disini.

Kawasan Megamas terletak di pantai Manado. Nampak dari kejauhan Pulau Manado Tua dengan gunungnya yang menjulang ke langit, Pulau Siladen dan Bunaken. Menambah indahnya pemandangan di kawasan megamas. Tak hanya itu saja beningnya air laut sampai terlihat ikan berenang menambah betah untuk duduk-duduk disana. Apalagi saat sunset banyak warga yang datang untuk menyaksikan sang surya tenggelam.

Untuk urusan perut tidak perlu diragukan lagi, dikawasan megamas pusatnya kuliner manado. Mau makan apa saja ada, berderet rumah makan siap menyajikan menu yang  sesuai selera anda. Adapula food truck yang menyediakan aneka makanan mulai dari bubur ayam, soto, mie cakalang, pisang goroho, minuman saraba dll. Semua tergantung dari isi dompet sih. Kalau dompet tebal boleh bebas pilih rumah makan, tapi kalau yang tipis sadarlah sesuai dengan kemampuan, jangan sampai utang di akhir bulan.

Orang Manado mana sih yang tidak tahu tempat Kawasan Megamas. Tua muda, laki-laki  perempuan, dari berbagai kalangan atas bawah semua berkumpul disini. Hanya untuk satu tujuan berlari. Namun bukan lari dari kenyataan. Lari dengan sebenar-benarnya, menggerakkan badan ke depan. Olahraga yang murah meriah, bisa dilakukan dari mulai kaum tajir melintir sampai gelandanganpun dapat mengikuti. Tak peduli apakah memakai sepatu, sandal bahkan bagi yang tak bermodal alias nyekerpun bisa. Yang penting kuat nafas.

“Iwan, kenapa kamu tidak pakai masker,” Ucap Yuni.

Pagi itu, Iwan, Yuni dan Nana tengah berada dikawasan Megamas. Mereka sebelumnya janjian untuk bertemu untuk olah raga bersama. Mereka bertiga teman satu kantor namun tinggalnya berbeda kos. Karena setiap hari berjumpa sehingga mereka sangat akrab dan saling bercanda penuh persahabatan.

“Emang masalah buat kamu,” jawab Iwan.

Iwan menjawab dengan juteknya, judes bak anak panah nancap di hati. Menanggapi Iwan, Yuni menjelaskan bahwa saat ini kita tidak boleh meremehkan penyebaran Covid-19 atau egois dengan mementingkan diri sendiri. Karena bisa jadi kita ini jadi korban atau pembawa virus bagi orang lain. Tentunya disiplin melakukan protokol kesehatan kunci untuk suksesnya melawan penyebaran Covid-19. Protokol kesehatan tersebut antara lain cuci tangan dengan sabun, memakai masker dan physical distancing (jaga jarak). Memakai masker merupakan cara efektif untuk meminimalisir risiko penularan Covid-19. Oleh karena itu, semua orang yang beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk mengenakannya. Virus corona bisa menyebar hingga jarak dua meter. Penularan bisa terjadi lewat droplet atau percikan yang keluar lewat batuk, bersin, atau berbicara satu sama lain. Masker kain efektif untuk mencegah penyebaran virus corona. Jadi, kita tidak perlu mengenakan masker bedah atau masker N95 yang biasa dipakai oleh petugas medis.

“Wan, kamu jangan egois dong, pedulilah dengan orang lain, karena kamu bisa tertular atau bahkan menularkan virus ke orang lain” kata Nana.

Iwan memang agak ngeyel dan keras kepala, Nana menjelaskan melaksanakan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan sering cuci tangan dengan sabun ini merupakan salah satu bentuk kesadaran kita untuk menghindarkan diri agar tidak tertular atau menularkan virus Corona yang terus memakan korban jiwa setiap harinya. Dampak dari pandemi sangat luar biasa, karyawan banyak dirumahkan, pegangguran meningkat. Perekonomian merosot. Tragedi kemanusiaan yang  parah yang menimpa manusia.

“Apa kamu ingin seperti itu” kata Nana

“Engga lah” jawab Iwan.

Setelah mendengar penjelasan Nana, Iwanpun luluh hatinya. Seperti lilin terkena bara api langsung meleleh. Benar juga yang dikatakan Nana, untuk mencegah penyebaran virus corona kunci suksesnya adalah disiplin diri sendiri. Disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Ini aku bagi masker, aku punya dua nih, kalau ga teman gak aku kasih lho, hahaha”, kata Nana.

“Dengan senang hati, terimakasih ya”, jawab Iwan.

Akhirnya Iwan pun memakai masker, sikap seperti inilah yang perlu kita pupuk untuk mencegah penyebaran virus Corona supaya kita bisa bersama-sama mengatasi masa-masa sulit ini dengan baik. Selain disiplin menjalankan protokol kesehatan kita juga perlu menjaga imunitas tubuh kita dengan mengkonsumsi sayuran dan buah, bila perlu minum vitamin C, susu dan madu. Lebih baik kita mencegah daripada mengobati. Semoga kita sehat selalu.****

BAGIKAN