“PANDEMI DAN NARKOBA”

0
69
Drug addiction horizontal poster with group of addicts in dark hangout skulls and death symbols cartoon vector illustration

Tulisan oleh: Anggi Prastyono

Tema: “Bea Cukai Makin Baik”

Mengikuti lomba karya penulisan inspiratif dalam rangka memperingati Hari Bea Cukai ke-74.

PANDEMI DAN NARKOBA

Pandemi menjadi istilah yang sering diperbincangkan di berbagai media cetak maupun elektronik. Coronavirus Disease 2019 atau biasa yang disebut COVID-19 menjadi akar permasalahannya. Kasus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok pada 31 Desember 2019 itu, kini telah menjalar di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Pandemi COVID-19 ternyata bukan menjadi halangan untuk melakukan tindak kejahatan, terutama di bidang narkoba. Bahkan selama Pandemi COVID-19 ini tercatat bahwa kasus narkoba tetap meningkat. Kota Palu, Sulawesi Tengah menjadi destinasi bagi pengedar narkoba untuk melancarkan aksinya.

Tepatnya pada hari Jumat tanggal 21 Agustus 2020 sekitar pukul 20.00 WITA, waktu itu aku sedang menyantap semangkuk Bakmi Pedas Gila di daerah Siranindi, Kota Palu. Menyantap Bakmi di cuaca yang dingin dengan ditemani gerimis dimalam itu menjadi pilihan yang tepat. Namun, dugaan kusalah. Bakmi Pedas Gila malam itu benar-benar gila, suapan pertamaku menjadi suapan terakhir, aku pun memutuskan untuk tidak melanjutkan menyantapnya. Rasa pedas di mulut ini tidak bisa hilang begitu saja, walaupun sudah aku siram dengan air minum.

Tiba-tiba suara muncul dari ponselku. Terlihat panggilan masuk dari Pak Syaifullah Asis (Kepala Subseksi Intelijen), biasanya kalau ada panggilan masuk dari beliau berarti akan ada misi yang akan dikerjakan. Dugaanku kali ini benar, Syaifullah Asis mengatakan kepadaku, bahwa besok akan ada rencana penindakan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP) di Kota Palu. Mendengar kabar tersebut, seketika rasa pedas yang ada di mulutku hilang begitu saja. Tentunya ini akan menjadi pengalaman yang berharga selama aku bekerja di Bea Cukai.

Besok adalah hari Sabtu, libur akhir pekan, waktu yang ditunggu-tunggu oleh setiap orang, termasuk aku. Bekerja di Bea Cukai, di Unit Seksi Penindakan dan Penyidikan yang notabene nya ditugaskan di bagian pengawasan, membuatku harus siap 7×24 jam. Hari libur dan tanggal merah bukanlah tanda untuk berhenti, seperti yang disimbolkan oleh warna merah pada lampu lalu lintas,ketika lampu itu menyala, kendaraan yang akan melintas dipaksa harus berhenti. Warna merah bagiku ibarat warna merah pada bendera Indonesia, menunjukan keberanian dan semangat yang selalu tertanam di dalam jiwa.

Sabtu tanggal 22 Agustus 2020, pukul 06.30 WITA menjadi awal dimulainya aksi penindakan NPP. Aku, Syaifullah Asis, Erwin (Kepala Subseksi Penindakan) dan rekan Arif, segera berangkat menuju BNNP Sulawesi Tengah, untuk melakukan briefing terlebih dahulu sebelum melancarkan aksi penindakan.Tim BNNP Sulawesi Tengah melakukan surveillance ke tempat lokasi penerima, sedangkan tim Bea Cukai terus memonitor pergerakan barang kiriman tersebut. NPP kali ini dikabarkan berupa narkoba jenis ganja, yang dikirim melalui Perusahaan Jasa Titipan (PJT) J&T Kota Palu.

Singkat cerita, tim BNNP Sulawesi Tengah berhasil mendapatkan lokasi tempat penerima barang kiriman yang berada di BTN Palupi, lalutim Bea Cukai mendapatkan informasi bahwa barang tersebut telah sampai di J&T Kota Palu. Setelah mendapatkan informasi tersebut, Lucky Sutarjo (Kepala Seksi Intelijen BNNP Sulawesi Tengah), Syaifullah Asis, dan Erwin segera meluncur ke tempat untuk memastikan bahwa barang kiriman tersebut adalah ganja. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata benar, bahwa barang kiriman tersebut berisi NPP jenis ganja. Berhubung waktu sudah sore, ganja tersebut diamankan di kantor BNNP Sulawesi Tengah terlebih dahulu. Kemudian aksi penindakan akan dilakukan keesokkan harinya, dengan control delivery menjadi strategi yang telah disepakati bersama.

Minggu, 23 September 2020, aksi penindakan NPP bersama BNNP Sulawesi Tengah dilanjutkan, dengan target yang sudah di temukan dan strategi yang telah ditentukan.

Aksi penindakan pun dimulai. Kurir J&T akan mengirimkan barang kiriman tersebut seperti biasanya, dan kami mengikuti dari belakang dengan jarak yang agak jauh.

Setelah barang telah sampai di tangan penerima dan dilakukan dokumentasi oleh kurir J&T kepada penerima, tim dari BNNP Sulawesi Tengah pun segera mengamankan pelaku. Dari rangkaian penindakan yang dilakukan hari Minggu dari pagi sampai siang membuahkan hasil yang memuaskan. Ganja 1 kg dan 2 tersangka berhasil diamankan oleh petugas gabungan KPPBC TMP C Pantoloan dan BNNP Sulawesi Tengah. Ternyata 2 orang tersangka ini adalah pemain lama dalam dunia narkoba, mereka sebelumnya sudah pernah dipenjara selama 2 tahun pada tahun 2016 dengan kasus yang sama.

Sinergi KPPBC TMP C Pantoloan dengan BNNP Sulawesi Tengah menjadi bukti, bahwa pandemi dan hari libur bukanlah halangan untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa dari barang terlarang tersebut. Semangat, tekad yang kuat dan dedikasi mengabdi untuk bangsa menjadi alasan untuk melawan narkoba kapanpun dan dimanapun. Untuk Indonesia, untuk Bea Cukai Makin Baik.

#BeaCukaiMakinBaik

*Juara 3*

BAGIKAN