Bea Cukai Sulbagtara Berhasil Kumpulkan Rp267 Miliar

0
97

Ditengah menurunnya aktivitas perekonomian akibat pandemi Covid-19 yang yang berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara), telah berhasil meraih capaian kinerja yang memuaskan baik dari segi pelayanan maupun pengawasan. Kuncinya adalah effort dan komitmen yang tinggi dalam memenuhi target yang telah ditetapkan meskipun dalam kondisi Covid-19. Penyampaian capaian kinerja diperlukan sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban publik kepada seluruh lapisan masyarakat.

Kanwil Bea Cukai Sulbagtara merupakan bagian dari Direktorat Jenderal Bea Cukai dibawah kementerian keuangan yang mencakup 3 (tiga) wilayah kerja yaitu provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.

Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara), Cerah Bangun, mengungkapkan  bahwa sepanjang tahun 2020 Kanwil Bea dan Cukai Sulbagtara telah mencatat keberhasilan dalam menjalankan tugas dan fungsinya baik sebagai pemungut penerimaan negara (revenue collector), pengawasan dalam rangka perlindungan masyarakat (community protector), menfasilitasi perdagangan (Trade facilitator), maupun assistensi terhadap industri (industrial assistance).

Selain itu, Kanwil Bea dan Cukai Sulbagtara turut berperan terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 serta berpartisipasi aktif dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Penerimaan Negara (Revenue Collector)

Realisasi penerimaan negara yang dihimpun oleh Kanwil Bea dan Cukai Sulbagtara dapat dilihat dari tabel sebagai berikut:

Tabel Capaian Penerimaan 2020

 

No.

 

KPPBC

TOTAL PENERIMAAN
TARGET

(Rp)

REALISASI (Rp) CAPAIAN

(%)

1 BEA MASUK 201.623.784.000 223.527.573.503 110,86
2 BEA KELUAR 13.586.200.000 30.544.751.000 224.82
3 CUKAI 6.344.742.000 13.285.466.400 209,39
  TOTAL 221.554.726.000 267.357.790.903 120,67

Sumber :Kanwil DJBC Sulbagtara, 31-12-2020

Tabel Rincian Penerimaan Setiap Satuan Kerja 2020

 

No.

 

KPPBC

TOTAL PENERIMAAN
TARGET

(Rp)

REALISASI (Rp) CAPAIAN

(%)

1 KPPBC TMP C Pantoloan 11.365.318.000 27.544.404.000 159,69
2 KPPBC TMP C Morowali 181.396.564.000 202.617.040.000 101,17
3 KPPBC TMP C Luwuk 331.500.000 425.677.000 103,52
4 KPPBC TMP C Bitung 14.344.627.000 14.967.460.270 100,66
5 KPPBC TMP C Manado 8.392.733.000 16.054.087.633 179,90
6 KPPBC TMP C Gorontalo 5.723.984.000 5.749.122.000 100,24
TOTAL 221.554.726.000 267.357.790.903 120,67

Sumber :Kanwil DJBC Sulbagtara, 31-12-2020

Realisasi penerimaan negara yang berhasil dihimpun oleh Kanwil Bea dan Cukai (Sulbagtara) selama tahun 2020 mencapai Rp 267.357.790.903,00 atau 120,67 persen melampui target yang ditetapkan Rp 221.554.726.000,00 . Dengan rincian Bea Masuk senilai Rp 223.527.573.503,00,   Bea Keluar sebesar Rp 30.544.751.000,00 dan Cukai sebanyak Rp 13.285.466.400,00.

Penerimaan negara yang menjadi tanggung jawab Bea dan Cukai meliputi  Bea Masuk, Cukai dan Bea Keluar. Jika dilihat dari tabel di atas, Penerimaan Bea Masuk memberikan kontribusi tertinggi dibanding Cukai dan Bea Keluar. Bea masuk diperoleh dari aktifitas impor barang dari luar negeri yang masuk ke dalam negeri. Komoditas impor tersebut diantaranya bahan bakar mineral, barang modal seperti mesin-mesin /spare part mesin, besi baja, bahan kimia dan komoditas lainnya. Sementara itu penerimaan cukai diperoleh dari cukai hasil tembakau/rokok dan Minuman Mengandung Ethil Alkohol. Sedangkan Bea Keluar berasal biji coklat,  Minyak Kelapa Sawit (CPO) dan turunannya.

Pengawasan (Community Protector)

Kanwil Bea dan Cukai Sulbagtara berhasil melakukan penindakan terhadap barang-barang ilegal  dengan perkiraan potensi kerugian negara sebesar Rp 4.186.871.778,00 yang dilakukan selama tahun 2020. Penindakan ini merupakan upaya penegakan hukum dalam rangka pemberantasan penyelundupan dan melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal yang menimbulkan dampak negative dan berbahaya bagi masyarakat. Komoditas yang ditindak diantaranya adalah Minuman Keras, Rokok, Narkoba, Ballpress/PakaianBekas, dan Barang-Barang Elektronik..Barang ini ditangkap karena merupakan barang ilegal / tidak mempunyai izin atau barang yang dilarang pengimporannya. Barang hasil penindakan tersebut telah ditindak lanjuti sesuai dengan ketentuan terkait yang berlaku. Penindakan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kanwil maupun satuan kerja masing-masing dan sinergi yang kuat dengan Aparat Penegak Hukum lain.

Pemberian Fasilitas terhadap pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19

Dalam masa pandemic Covid-19 Kanwil Sulbagtara ikut berperan dalam pemberian fasilitas yang ditujukan untuk mempermudah Dinas Kesehatan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Fasilitas yang diberikan berupa pembebasan Bea Masuk, tidak dipungut atas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang mewah (PPnBM), serta dikecualikan dari pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 impor. Komoditi impor berupa Two Functions Manual Bed sebanyak 882 pcs seharga USD 557,424,00. Nilai pabean atas komoditi impor tersebut senilai Rp. 8.361.360.000,00 dan nilai fasilitas pembebasan yang diberikan adalah sebesar Rp. 2.299.374.000.00.

Dukungan Bagi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Keberhasilan realisasi ekspor direct call via Bandara Sam Ratulangi Manado. Direct call ekspor adalah ekspor langsung ke negara tujuan tanpa singgah dahulu dipelabuhan dalam negeri. Sebelum adanya direct call ekspor ini komoditas eksport sulawesi utara diekspor melalui jakarta/surabaya yang menimbulkan biaya tinggi.  Berdasarkan data terakhir, bahwa sejak dilaksanakan ekspor perdana pada tanggal 23 September 2020, sebanyak 229.785,33 ton hasil perikanan dan pertanian telah diekspor ke Negara Jepang. Dari eksporter sebut diperoleh devisa sebesar USD. 1.840.771,62 atau sebesar Rp. 26.028.510.706,80 (Kurs. 14.140). Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, dan telah mampu mengangkat harkat petani dan nelayan dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional. Dampak dari direct call ini adalah berkurangnya waktu pengiriman barang sehingga menjamin mutu, serta mengurangi biaya logistic hampir 50%. Selain itu, saat ini sudah mulai tercipta interkoneksi dengan penerbangan di wilayah Indonesia Timur lainnya, sehingga hasil perikanan dan pertanian dari wilayah lain akan semakin terserap oleh pasar luar negeri.

“Kami melakukan langkah-langkah strategis dan terobosan untuk mencapai target yang ditetapkan antara lain meningkatkan peran Sosialisasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan baik terkait komoditi maupun regulator serta memberikan asistensi dibidang perdagangan kepada seluruh stakeholder” Ungkap Cerah.

Diharapkan dengan tercapainya target penerimaan Bea dan Cukai Sulbagtara dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mendorong pemulihan ekonomi serta dapat memberikan kepuasan layanan dan kesejahteraan bagi masyarakat khususnya di Sulawesi Utara.

“Kami memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah bersama sama membantu dan mendukung keberhasilan tugas Bea dan Cukai “ pungkas Cerah. *****

BAGIKAN