Akhirnya, Sulut Bisa Ekspor Langsung ke Singapura, Pengiriman Perdana 8 Maret 2021

0
68

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID –  Kabar gembira. Harapan Pemprov Sulut, instansi terkait, pelaku usaha untuk membuka pasar tujuan ekspor lebih besar terwujud di awal tahun 2021.

Setelah direct call atau ekspor langsung ke Jepang sejak September 2020 lalu, Sulut berhasil membuka pasar ekspor langsung baru, yakni ke Singapura.

Kepastian ekspor langsung ke Negeri Singa itu diungkapkan Kepala Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara (BC Sulbagtara), Cerah Bangun.

“Harapan kita membuka direct call ke Singapura sudah bisa awal pekan depan.

Pengiriman perdana pada 8 Maret (2021),” ujar Cerah Bangun dalam FGD melalui Zoom Meeting ‘Menembus Pasar Ekspor Singapura’, Selasa (02/03/2021) sore. Cerah bilang, Singapura merupakan potensial bagi komoditas asal Sulut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Singapura menjadi negara tujuan ekspor terbesar produk non migas asal Sulut di Bulan Januari 2021.

“Produk perikanan paling dominan diekspor dari Sulut ke Singapura. Dengan terbukanya ekspor, membuka peluang peningkatan ekonomi bagi Sulut,” katanya.

“Dengan terbukanya ekspor langsung ini, kami harap bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha, termasuk UMKM,” ujar Cerah.

Kepala KPP BC Manado, M Anshar mengatakan, pasar Singapura sangat prospektif.

Dari sisi pendapatan per kapita, Singapura merupakan yang tertinggi di ASEAN yakni 59,59 juta dollar AS per tahun (data 2019).

Selama ini, ekspor ke Singapura merupakan ekspor yang tertinggi selama lima tahun berturut-turut di ASEAN. Dimana pada tahun 2019 mencapai 12,9 miliar dollar AS.

“Sebelumnya pernah ada ekspor langsung ke Singapura melalui pesawat penumpang Silk Air sebelum pandemi Covid-19,” jelasnya.

Keberhasilan Direct Call Ekspor Manado Narita Jepang juga turut menjadi alasan munculnya direct call Singapura.

Dengan ekspor langsung, kata Anshar, ada banyak keuntungan yang akan diperoleh.

Di antararanya, menghemat waktu pengiriman. Jarak tempuh udara Manado hanya sekitar 3,5 jam. Sebelumnya, ekspor tidak langsung bisa memakan waktu 9-16 jam.

Manfaat lainnya ialah adanya kepastian slot pengiriman kargo dan biaya logistik yang lebih rendah.

“Dengan begitu, kualitas barang dan komoditas yang dikirim terjamin,” jelasnya.

Sementara itu, Rumaksono, Atase Perdagangan RI di Singapura mengatakan, Singapura adalah pasar potensial.

“Jumlah penduduk Singapura 5,6 jutaan dan didominasi usia produktif. Penduduk Singapura menghabiskan rata-rata Rp 75 juta per bulan untuk belanja,” katanya.

Peluang lainnya, kata Rumaksono, Singapura tidak membebankan bea masuk bagi komoditas impornya.

“Karena Singapura tidak punya sumber daya alam. Nah, faktor ini yang harus bisa dimanfaatkan Indonesia, termasuk Sulawesi Utara,” katanya.

https://manado.tribunnews.com/2021/03/02/akhirnya-sulut-bisa-ekspor-langsung-ke-singapura-pengiriman-perdana-8-maret-2021?page=3.

BAGIKAN