Jutaan Rokok Ilegal Bernilai Rp7,6 Miliar Disita Bea Cukai Sulbagtara

0
11

METRO, Manado- Sejak awal tahun hingga bulan Maret 2021, Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) telah melakukan 208 penindakan barang kena cukai ilegal di wilayah Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

Demikian diungkapkan Kepala Seksi Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulbagtara, Budi Santoso kepada awak media via zoom meeting, Rabu (31/3) siang.

Dijelaskan Budi, dari penindakan tersebut, barang bukti yang diamankan berupa 10.572.227 batang rokok dan 115 botol liquid vape, dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp 7.694.764.460. Penindakan ini menyelamatkan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp.3.887.417.879.

“Bea dan Cukai Sulbagtara juga telah melakukan pemusnahan minuman keras ilegal sebanyak 9.997 botol dari berbagai macam golongan dan merk,” ujar Budi.

Barang ilegal tersebut, menurut Budi ditindak karena melanggar undang-undang cukai yaitu tidak dilekati pita cukai, dilekati pita cukai palsu atau bekas, serta dilekati pita cukai yang bukan peruntukkannya.

“Masa pandemi berdampak pada menurunnya daya beli. Masyarakat yang tidak bisa membeli rokok akan beralih membeli rokok ilegal,” ungkapnya.

Lebih jauh Budi mengungkapkan, hingga tanggal 15 Maret, Kanwil Bea Cukai Sulbagtara telah berhasil mengumpulkan penerimaan negara sebesar Rp 129.260.192.200, atau 72,98 persen dari target yang sebanyak Rp 177.125.747.000.

“Penerimaan tersebut terdiri dari bea masuk Rp 69.449.190.000, bea keluar Rp 55.478.575.000 dan cukai Rp 4.332.427.200,” katanya.

Budi juga menambahkan bahwa Kanwil Bea Cukai Sulbagtara telah memberikan fasilitas kawasan berikat kepada 12 perusahaan, dan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor kepada 1 perusahaan.

“Bea Cukai Sulbagtara memberikan fasilitas tersebut dengan tujuan untuk memberikan pembebasan atau penundaan pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impor barang yang dapat diolah kembali di dalam negeri,” pungkasnya.(71)

BAGIKAN