Bea Cukai Sulbagtara Hadiri Webinar Pembukaan Konektivitas Laut Sangihe Dengan General Santos: Peluang Dan Tantangan

0
112

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao City, Filipina menyelenggarakan Webinar “Pembukaan Konektivitas Laut antara Kabupaten Sangihe dengan General Santos: Peluang dan Tantangan.” Kegiatan dilakukan secara daring pada Rabu (19/05). Acara ini menghadirkan Bupati Sangihe sebagai narasumber dan para penanggap dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Kemenko Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta pelaku usaha di Sulawesi Utara.

Menurut Konjen Davao City, Dicky Fabrian, kegiatan webinar ini diadakan dalam rangka meningkatkan kerjasama ekonomi bilateral antara Indonesia dengan Filipina, khususnya Indonesia Bagian Timur dengan Mindanao, dengan langkah konkrit penjajakan pembukaan konektivitas laut Tahuna – General Santos, Filipina.

Dukungan diberikan oleh Bupati Kabupaten Sangihe yang ingin meningkatkan ekspor menuju General Santos yang berjarak 280 km. Kabupaten Sangihe merupakan kabupaten yang berbatasan laut dengan filipna.

“Pemerintah Kabupaten Sangihe siap menyediakan kapal kargo dan penumpang milik Pemerintah Sangihe untuk melayani rute jalur laut Tahuna – General Santos” ungkap Bupati Kabupaten Sangihe, Jabes Ezar Gaghana.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara sekaligus perwakilan Kementerian Keuangan, Cerah Bangun, menyatakan bahwa bea cukai dalam menjalankan fungsi utama sebagai trade facilitator dan industrial assistance  turut serta memberikan dukungan dan fasilitas perdagangan untuk menekan biaya tinggi sehingga tercipta iklim perdagangan yang kondusif. Selain itu bea cukai memberikan pelayanan ekspor barang selama 7 hari 24 jam, bertujuan untuk meningkatkan volume dan kinerja ekspor.

“Rempah-rempah merupakan produk andalan dari Kawasan Sangihe, Talaud dan Sitaro yang diekspor ke Filipina” ungkap Cerah.

Berdasarkan data Bea Cukai Manado, dalam kurun waktu 2 tahun (2019 – 2020), ekspor komoditas rempah-rempah dari sangihe, talaud dan Sitaro  mencapai total FOB USD 210.653.414,09 dengan tonase 28.806.454,76 Kg.

“Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong potensi ekspor daerah dan membangkitkan semangat para eksportir untuk berjuang melawan keterpurukan ekonomi akibat pandemi COVID-19 serta menjadi langkah bersama untuk bersinergi meningkatkan ekspor dan pemulihan ekonomi nasional,” tutup Cerah.

BAGIKAN