Bersiaplah, Sebentar Lagi Konektivitas Laut Sangihe-General Santos Dibuka, Untuk Apa?

0
81

MANADOPOST-ID– Satu lagi terobosan yang dilakukan pemerintah dan stakeholder di Sulut dalam meningkatkan ekspor melalui jalur laut.

Salah satunya, dengan membuka konektivitas laut antara kabupaten Sangihe dengan General Santos.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao City, Dicky Fabian mengatakan terobosan itu bertujuan untuk meningkatkan kerjasama ekonomi dalam kerangka bilateral antara Indonesia dengan Filipina khususnya Indonesia bagian timur dengan Mindanao.

“Dengan Langkah konkrit penjajakan pembukaan konektifivas laut Tahuna- General Santos, Filipina,” tekannya.

Dukungan pun diberikan Bupati Sangihe
Jabes Ezar Gaghana. Dia menuturkan, dari Sangihe ke General Santos jaraknya cukup dekat hanya 280 km dan berbatasan laut dengan negara Filipina.

“Kami siap menyediakan kapal kargo dan penumpang milik pemerintah sangihe untuk melayani rute jalur laut Tahuna-General Santos,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara, Cerah Bangun, menyatakan bahwa Bea dan Cukai dalam menjalankan fungsi utama sebagai trade facilitator dan industrial assistance turut serta memberikan dukungan dan fasilitas perdagangan untuk menekan biaya tinggi sehingga tercipta iklim perdagangan yang kondusif.

Selain itu Bea dan Cukai memberikan pelayanan ekspor barang selama 7 hari 24 jam. Dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja ekspor dan volume barang ekspor,” tukasnya.

“Rempah-rempah merupakan produk andalan dari kawasan Sangihe, Talaud dan Sitaro yang diekspor ke Filipina” tukasnya.

Diketahui, Pembukaan konektivitas Sangihe-General Santos merupakan inisiatif dari bupati kepulauan sangihe dan tindak lanjut arahan wakil menteri luar negeri. Dengan pertimbangan bahwa wilayah Sangihe berada diantara Bitung-General Santos/Davao. Sedangkan jarak antara Sangihe dan-General Santos kurang lebih 280 km yang dapat ditempuh selama 6-8 jam dengan kapal.

Selain itu perpres nomor 109 tahun 2020 tentang proyek strategis nasional (PSN) dimana Sulawesi utara ditetapkan menjadi salah satu superHub.

Peluang dalam mewujudkan konektivitas Sangihe-General Santos antara lain infrastruktur Pelabuhan Tahuna yang berstatus domestik dan terdapat kantor pelayanan Imigrasi dan Bea Cukai di Tahuna sehingga proses CIQ (Customs, Imigration, Quarantine) dapat dilakukan di Tahuna.

Selain itu Kawasan kabupaten Sangihe dan sekitarnya sudah terkoneksi dengan trayek perintis dan Tol Laut. Selain itu tersedianya kapal jenis combo, KM Tampunganglawo yang rencananya digunakan untuk melayani rute tersebut. Dimana kapal tersebut merupakan milik pemerintah kabupaten Sangihe yang berstatus BMD (Barang Milik Daerah) yang dapat dimanfaatkan kegiatan komersial untuk meningkatkan ekonomi daerah sepanjang operasionalnya tidak menggunakan dana APBD

(ayu)

Bersiaplah, Sebentar Lagi Konektivitas Laut Sangihe-General Santos Dibuka, Untuk Apa?

BAGIKAN