Direct Call Ekspor Via Udara dari Manado ke Jepang Capai 490,97 Ton

0
88

Direct Call Ekspor Udara adalah ekspor langsung melalui Bandara Internasional Sam
Ratulangi Manado ke luar negeri tanpa transit di dalam negeri. Penerbangan ini
bersifat langsung/direct dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado menuju
Narita International Airport, Jepang.

Direct call ekspor ke Jepang via udara pertama kali dilakukan pada 23 September 2020
dengan membawa muatan 12,12 ton. Sebelumnya ekspor komoditas Sulawesi utara
masih melalui pelabuhan udara di Jakarta atau Surabaya padahal negara yang
menjadi tujuan ekspor adalah jepang yang secara geografis lebih dekat Manado
dibanding dari Jakarta/Surabaya sehingga tidak efisien dan menyebabkan tingginya
biaya logistik. Biaya logistik yang tinggi menyebabkan harga produk di pasar luar
negeri menjadi mahal dan sulit bersaing dengan produk lainnya. Selain itu lamanya
waktu perjalanan dan adanya kegiatan transit sekitar 24-30 jam menyebabkan barang
ekspor ke Jepang membuat kualitas barang turun, apalagi komoditas perikanan yang
butuh kondisi segar.

Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara, Cerah Bangun,
menyampaikan dibutuhkan strategi dan terobosan untuk mengatasi tingginya biaya
logistik pengiriman barang ekspor dari Manado ke Jepang. Bea Cukai Sulawesi
Bagian Utara bersama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan instansi
terkait beserta stakeholder berkolaborasi dan akhirnya terwujud direct call/ ekspor
langsung via udara dari Manado ke Jepang. Sejak dilakukan direct call ekspor via
udara ini banyak keuntungan yang diperoleh antara lain biaya logistik menjadi rendah.
Penghematan biaya pengiriman ini mencapai 50% dibanding jika harus transit di
Jakarta/Surabaya. Selain itu kualitas komoditas perikanan juga terjaga kesegarannya
karena waktu tempuh yang singkat hanya 5-6 jam.

“Direct call ekspor ini juga turut membantu Pemulihan Ekonomi Nasional khususnya
dimasa pandemi Covid-19 ini” Ungkap Cerah.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Manado,
selama periode pertama ekspor langsung yang dimulai pada 23/09/2020 sampai
dengan saat ini 21/04/2021 tercatat 30 kali pengiriman dengan volume ekspor
sejumlah 490, 97 Ton dan devisa yang diperoleh mencapai USD 3.889.627,08.
Komoditas yang diekspor antara lain hasil perikanan berupa ikan tuna dan produk
pertanian berupa rempah –rempah seperti lengkuas, sereh, bawang merah.
Diperlukan langkah untuk menjaga konsistensi muatan ekspor agar senantiasa
berkesinambungan, oleh sebab itu Bea Cukai senantiasa memberikan asistensi
kepada eksportir dan sinergi bersama dengan instansi terkait sehingga mampu
meningkatkan volume ekspor.

“Diharapkan dengan kontinuitas ekspor langsung ini mampu membentuk interkoneksi
wilayah dan menjadikan Bandara Sam Ratulangi Manado sebagai superhub
Indonesia Bagian Timur” Pungkas Cerah.

Penerbangan ekspor langsung diangkut dengan pesawat cargo Garuda Indonesia
seri A330-200 dengan nomor penerbangan GA 8800 dilakukan setiap Rabu malam
dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dan tiba di Bandara Narita, Jepang
pada Kamis pagi.

BAGIKAN