100% Gratis, Kanwil Bea Cukai Sulbagtara Adakan Kelas Ekspor Impor Untuk Masyarakat

0
162

Eksistensi Bea Cukai sudah ada sejak zaman Hindia-Belanda, namun di zaman itu disebut dengan Douane. Sejak saat itu Bea Cukai terus berbenah diri hingga bisa menjadi institusi dengan reformasi birokrasi seperti saat ini. Berbagai usaha dilakukan untuk mewujudkan visi Bea Cukai yaitu menjadi Institusi Kepabeanan dan Cukai terkemuka di dunia, salah satunya adalah memperbaiki citra Bea Cukai di masyarakat.

Hal ini melatarbelakangi Kanwil Bea Cukai Sulbagtara untuk membuat program edukasi untuk masyarakat umum. Dengan berkolaborasi dengan Balai Diklat Keuangan Manado, Kanwil Bea Cukai Sulbagtara melaksanakan Kelas Ekspor Impor yang terdiri dari 17 Episode.

Kelas ini bersifat Open Class untuk masyarakat yang ingin mempelajari lebih terkait Bea Cukai. Kelas ini menghadirkan narasumber-narasumber yang ahli di bidangnya yaitu dari seluruh satuan kerja di Lingkungan Kantor Wilayah DJBC Sulbagtara, BKIPM Manado, Balai Karantina Pertanian Manado, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Prov. Sulut, BPOM Manado.

Kelas Ekspor Impor ini akan dilaksanakan setiap hari Selasa, dimulai dari tanggal 5 Juli s.d. 25 Oktober 2022. Adapun kelas perdananya dimulai pada hari Selasa, 5 Juli 2022 di Balai Diklat Keuangan Manado. Kelas ini dikemas dalam bentuk podcast dengan peserta yang hadir secara virtual melalui Video Zoom Conference.

Sampai dengan pelaksanaan episode perdana, masyarakat yang telah mendaftar berjumlah 238 orang. Dengan promosi yang masif dari pihak Kanwil Bea Cukai Sulbagtara dan BDK Manado, pendaftar tidak hanya berasal dari Sulawesi Utara, namun juga berasal dari provinsi lain.

Dimulai pada pukul 10.00 s.d. 12.00 WITA,  kelas perdana diawali dengan keynote speech dari Kepala Kantor Wilayah Sulawesi Bagian Utara, Erwin Situmorang. Di akhir kelas, terdapat sesi tanya-jawab untuk para peserta yang ingin mengajukan pertanyaan dan penayangan cuplikasi episode selanjutnya.

“Kami melakukan kolaborasi ini tujuannya untuk membuka pengetahuan masyarakat, memberikan informasi secara transaparan sehingga mereka bisa paham alur ekspor-impor dan tidak lagi merasa dibohongi oleh instansi pemerintah. Kami sudah merencanakan program ini sejak lama, dengan sinergi antar instansi pemerintah di Sulawesi Utara, akhirnya program ini dapat terrealisasi dengan bantuan fasilitas dari BDK Manado”, ujar Erwin.

Diharapkan antusiasme masyarakat terhadap Kelas Ekspor Impor bisa terus konsisten bahkan lebih tinggi lagi di episode-episode selanjutnya, karena materi yang disampaikan di setiap episode akan berbeda-beda sehingga ilmu yang diterima masyarakat mengenai Bea Cukai akan sangat lengkap.

BAGIKAN