Kanwil Bea Cukai Sulbagtara Menggenjot Ekspor

0
107

Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai trade facilitator dan industrial assistance, senantiasa terus mendorong potensi ekspor daerah dan membangkitkan semangat para eksportir untuk berjuang melawan keterpurukan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Upaya yang dilakukan melalui pembinaan dan asistensi kepada eksportir dan calon eksportir serta menggandeng instansi/lembaga lain untuk menggali potensi ekspor di berbagai daerah agar dapat menembus pasar keluar negeri. Selain itu peningkatan ekspor turut serta dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional.
Komitmen Kanwil Bea dan Cukai Sulbagtara dalam mendorong peningkatan ekspor dilakukan dengan kegiatan berupa Focus Group Discussion (FGD), Kelas ekspor, merealisasikan direct call ekspor via udara Manado-Singapura dan mewujudkan ekspor perdana.

Berikut kegiatan yang dilakukan Lima (5) Kantor Pelayanan Bea Cukai yaitu Bea Cukai Manado, Bitung, Luwuk, Pantoloan dan Gorontalo yang merupakan satuan kerja Kanwil Bea dan Cukai Sulbagtara secara proaktif  membantu mewujudkan ekspor perdana dari bulan Januari sampai dengan Maret 2021. Mulai realisasi direct call ekspor via udara, ekspor ikan Tuna Beku, Gurita Beku, Bawang Merah, Kemiri, Kelapa  hingga Kepiting Bakau.

Realisasi Direct Call Ekspor via Udara Manado-Singapura

Direct Call Ekspor adalah Jalur/rute langsung dari pelabuhan/bandara ke negara tujuan tanpa singgah ke pelabuhan/bandara lainnya di dalam negeri. Tujuannya adalah meningkatkan kinerja ekspor, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, serta membuka kempatan produk lokal untuk merambah pasar internasional. Sedangkan kelebihannya adalah efisiensi waktu pengiriman karena waktu tempuh yang lebih cepat, efisiensi biaya yaitu biaya logistik yang lebih murah, kepastian slot cargo dan kualitas barang terjaga.

Launching Direct Call Ekspor Manado langsung Singapura dilakukan secara perdana pada hari Senin tanggal 8 Maret 2021 pukul 9.45 menggunakan Pesawat Kargo Tri-MG Boeing 737-300 dengan nomor penerbangan GM302 rute Manado – Singapura. Penerbangan kargo ini akan rutin berjalan setiap hari Senin dengan estimasi waktu keberangkatan 09.45 WITA. Penerbangan ini lebih efektif dalam waktu tempuh, yang sebelumnya 9 sampai 18 jam menjadi hanya 3,5 jam. Direct Call Ekspor Manado langsung Singapura yang perdana ini dilakukan oleh 8 perusahaan dengan total tonase 4,19 ton, dengan devisa ekspor mencapai USD 23.603,80. Realisasi penerbangan ini merupakan hasil sinergi Stakeholder yang menjawab kendala ekspor hasil maritim, mulai dari kendala slot kargo hingga biaya kargo yang tinggi.

Dengan adanya simplifikasi penerbangan ini eksportir mendapatkan dampak positif yaitu efisiensi dan efektifitas waktu serta biaya. Hal ini  kemudian mempengaruhi kualitas serta harga komoditi sehingga mampu bersaing dengan produk internasional. Harapan kedepannya, dengan adanya Direct Call Ekspor Manado langsung Singapura ini akan terbuka potensi-potensi baik efisiensi dan market yang lebih eksesif bagi para eksportir dari Sulawesi Utara sehingga dapat memutar bahkan mengencangkan roda ekonomi yang sempat tersendat khususnya di Sulawesi Utara, yang pada akhirnya akan menyejahterakan masyarakat Sulawesi utara, meningkatkan penerimaan negara, serta tujuan utama yaitu Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dapat tercapai.

Tabel Perbandingan Sebelum dan Sesudah ada Direct Call Ekspor Singapura

  Sebelum Sesudah
Rute Dari Manado transit ke Jakarta, Makasar, atau Bali dulu, lalu ke Singapura Direct Manado-Singapura
Lama pengiriman 9-18 jam 3,5 jam
Kepastian slot kargo Tidak pasti karena harus berebut antrean dengan eksportir lain yang berangkat dari Jakarta, Makasar, atau Bali Sudah pasti
Biaya logistic Biaya lebih mahal berkisar Rp. 32.000/kg, karena harus transit terlebih dahulu, Biaya lebih murah menjadi sekitar Rp.23.000/kg karena tidak perlu transit
Kualitas komoditi Kurang segar karena lamanya pengiriman Lebih segar karerna pengiriman yang lebih cepat
Harga Jual Kualitas komoditi kurang segar, sehingga harga turun Kualitas komoditi segar, sehingga harga naik
Daya saing Kualitas rendah, sehingga daya saing lemah Kualitas tinggi, sehingga daya saing tinggi

Kegiatan ekspor langsung ini dapat terwujud karena adanya sinergi dan komitmen dari berbagai pihak seperti Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara, Kepala Kantor Bea Cukai Manado, Kepala Kantor BKIPM Manado, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara khususnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Para Eksportir di Sulawesi Utara, Angkasa Pura I Cabang Manado, para Agen Pengangkut dan tentunya didukung penuh oleh Gubernur Sulawesi Utara dan Pimpinan Garuda Indonesia. Sinergi ini dilakukan melalui beberapa kali Focus Group Discussion dan pertemuan formal serta informal yang pada akhirnya menghasilkan komitmen bersama untuk mewujudkan kegiatan Direct Call Ekspor tujuan Singapura ini.

PELEPASAN EKSPOR IKAN TUNA DI BITUNG

Kegiatan ekspor tidak hanya dilakukan di Manado saja, Namun di Bitung juga berlangsung ekspor perdana. Atas upaya  pembinaan dan asistensi dari Bea dan Cukai Bitung akhirnya ekspor perdana dapat terwujud.

Salah satu Industri Kecil Menengah (IKM) di Sulawesi Utara, UD Tomini Bay Seafood, sukses menembus pasar luar negeri. Sebanyak 16,7 ton frozen tuna diekspor menuju negara Amerika Serikat (AS).  Pelepasan ekspor perdana komoditas perikanan ini dilakukan pada Kamis (04/03/2021) di Pelabuhan Bitung.

Selang empat (4) hari kemudian CV. Ken Jaya Perkasa yang juga berhasil melakukan ekspor perdana berupa frozen tuna dengan berat total 10 ton ke Australia. Acara Pelepasan ekspor perdana komoditas perikanan ini dilakukan pada Senin (08/03/2021 di Pelabuhan Bitung.

Keberhasilan ekspor perdana ini akan menambah semangat pelaku usaha lainnya untuk mengembangkan usahanya dan mengenalkan produk Sulut ke pasar dunia. Diharapkan adanya ekspor perdana ini dapat berkelanjutan dan mendukung peningkatan nilai ekspor sebagai wujud pemulihan ekonomi nasional serta dapat memaksimalkan Pelabuhan Hub International Bitung sebagai pintu kegiatan ekspor ke depan.

EKSPOR GURITA BEKU KE MEKSIKO

 

Bea dan Cukai Luwuk turut menghadiri pelepasan ekspor perdana Marine Product berupa Frozen Octopus Cyanea (gurita beku) oleh PT. Banggai Indo Gemilang (BIG) ke Meksiko sebanyak 20.5 MT senilai Rp. 982 juta yang dimuat dalam 1 kontainer ukuran 40 feet.  Acara ini berlangsung di Kawasan Pelabuhan Tangkiang Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah pada Senin, (18/01/2021). Terwujudnya kegiatan ekspor ini yang  merupakan sinergi antara Bea dan Cukai luwuk dengan berbagai pihak yang saling mendukung dan  asistensi dengan PT. BIG sehingga dapat merealisasikan ekspor perdana gurita beku. Selain itu Bea dan Cukai luwuk selalu siap melayani 24 jam kegiatan ekspor dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional.

Kegiatan ekspor ini, akan mendorong kesejahteraan nelayan dan masyarakat pada umumnya, meningkatkan perekonomian masyarakat dan menjadi penyemangat untuk terus memperkenalkan Marine Product Indonesia kedunia internasional.

EKSPOR BAWANG MERAH, KEMIRI DAN KELAPA

Tak ketinggalan Bea dan Cukai Pantoloan turut mengambil peran dalam memaksimalkan potensi di Provinsi Sulawesi Tengah. Setelah melakukan penjajakan ekspor, kerja sama, serta sinergitas dengan instansi terkait antara lain Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah, dan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu dalam beberapa bulan terakhir, akhirnya kegiatan ekspor perdana dengan komoditi bawang merah, kemiri, dan kelapa dengan total nilai ekspor sebesar 260.000 JPY atau 2.459 USD dan total berat 1.000 kg atau 1 ton dapat terlaksana pada Jumat (26/02/2021) .

Pengiriman komoditi ini dilakukan melalui jalur udara dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Kegiatan ekspor ini, dapat mendorong kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan perekonomian masyarakat hingga penerimaan nasional.

 

EKSPOR PERDANA KEPITING BAKAU KE SINGAPURA

Bea dan Cukai Gorontalo bersama BKIPM (Badan Karantina Ikan, Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan) Gorontalo menyelenggarakan acara Pelepasan Ekspor Perdana Komoditas Kepiting Bakau Tujuan Singapura. Kegiatan berlangsung di Kantor Stasiun Karantina Ikan, Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Kelas I Gorontalo pada hari Selasa (16/03/2021). Adapun komoditas berupa Kepiting Bakau sebanyak 156 kilogram.

Ekspor dilakukan oleh UD. Mulia Abadi yang merupakan salah satu UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) binaan dan mendapat asistensi Bea dan Cukai Gorontalo yang pada akhirnya ekspor perdana ke Singapura berhasil terwujud.

Ekspor perdana berkat sinergi dengan seluruh instansi terkait dan pelaku usaha di bidang ekspor. Sinergi tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan potensi ekspor di wilayah Gorontalo. Bea dan Cukai Gorontalo selalu berupaya untuk terus memberikan asistensi dan memfasilitasi industri dalam negeri, sehingga mampu menembus pasar luar negeri.

Keberhasilan ekspor ini merupakan sebuah prestasi yang membanggakan bagi masyarakat Sulut pada khususnya karena merupakan harapan cerah ditengah lemahnya kondisi ekonomi nasional karena dampak pandemi COVID-19. Disisi lain dengan pelepasan ekspor ini diharapkan mendorong pelaku usaha/UMKM lainnya untuk meningkatkan kegiatan ekspor  guna memulihkan kondisi ekonomi masyarakat di masa pandemi COVID-19.

Bea dan Cukai selalu terbuka jika ada eksportir ataupun calon eksportir yang akan berkonsultasi dan selalu siap memberikan assistensi terkait tata laksana ekspor. Jika masyarakat ingin berkonsultasi dapat mendatangi kantor Bea dan Cukai terdekat atau melalui Call Center Bea dan Cukai di nomor 1500225. Bea dan Cukai mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan beragam fasilitas yang diberikan pemerintah dengan optimal agar dapat menembus pasar global.

BAGIKAN