Kemenkeu Provinsi Sulawesi Utara adakan Press Release Kinerja APBN Triwulan I 2021

0
76

Dalam rangka menyampaikan informasi terkait kinerja dan capaian APBN TA 2021 kepada masyarakat, Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Utara menggelar press release evaluasi kinerja pelaksanaan APBN Triwulan I tahun 2021 yang bertempat di Gedung Keuangan Negara Manado pada hari Senin (26/04).

Acara press release ini dihadiri oleh:

  • Dodik Samsu Hidayat, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Suluttenggomalut
  • Cerah Bangun, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara
  • Ratih Hapsari Kusumawardani, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Provinsi Sulawesi Utara
  • Aloysius Yanis Dhaniarto, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Suluttenggomalut

Hadir pula secara online para wartawan media cetak, elektronik dan media online dari Kota Manado.

Acara ini dipimpin oleh Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara  Suluttenggomalut, A.Y. Dhaniarto, yang juga merupakan Kepala Perwakilan Kemenkeu Provinsi Sulut, guna memberikan informasi keuangan negara yang akurat dan akuntabel sebagai informasi publik yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Aloysius menyampaikan bahwa penerimaan negara pada triwulan I tahun 2021 di Provinsi Sulut mencapai Rp 1,115 Triliun, atau mencapai 23,14% dari target sebesar Rp 4,818 Triliun.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulbagtara, Cerah Bangun mengungkapkan bahwa penerimaan negara dari sisi Kepabeanan dan Cukai di Sulawesi Utara sebesar 25,83 miliar, atau mencapai 103,84% dari target sebesar 24,87 miliar. Penerimaan tersebut dihimpun dari dua kantor pelayanan Bea Cukai yang berada di Provinsi Sulawesi Utara, yakni KPPBC TMP C Manado dan KPPBC TMP C Bitung.

Selain itu, kinerja dari Kanwil BC Sulbagtara juga didukung oleh terlaksananya Direct Call Export dari Manado ke Jepang. Sejak bulan September 2020, ekspor langsung ini telah menghasilkan devisa sebanyak USD 3,889 juta, dengan tonase barang sebesar 490,97 Ton.  Direct Call Export ini sangat membantu mendongkrak volume ekspor dari Sulawesi Utara, karena dengan adanya ekspor direct call ini, biaya pengiriman dapat dihemat hingga mencapai 50% jika dibandingkan harus ‘mampir’ dahulu di Jakarta / Surabaya. Dan juga keuntungan lainnya yaitu waktu tempuh yang jauh lebih singkat, menjadi hanya 5 – 6 jam saja, sehingga kualitas produk ekspor dapat terjaga dengan baik.

“Direct call ekspor ini juga turut membantu Pemulihan Ekonomi Nasional khususnya dimasa pandemi Covid-19 ini” Ungkap Cerah.

BAGIKAN