Bea Cukai Bersama BNN Kota Manado Gagalkan Pengiriman Narkoba Berupa Tembakau Gorilla

0
148

Manado, 4 Oktober 2021 – Di masa Pandemi Covid-19, aktivitas belanja online masyarakat meningkat drastis dibandingkan dengan sebelumnya. Kurir jasa pengiriman saling berlomba-lomba menyampaikan paket ke alamat tujuan, baik itu paket berupa makanan maupun pakaian. Namun kemudahan belanja online yang bersifat one-click ini membuka celah bagi oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan barang terlarang.

Terbukti dengan penangkapan percobaan transaksi Narkotika Golongan I Jenis Tembakau Gorila pada hari Selasa, 7 September 2021 pada pukul 11.30 WITA di Jalan Hasanuddin Nomor 12, kelurahan Sindulang II, kecamatan Tuminting, kota Manado. Pelaku lelaki berinisal NZ (26) diciduk oleh Tim Narkotika Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara dan BNNP Sulawesi Utara saat hendak melakukan pengiriman barang berupa 1 Paket Narkotika Golongan I Bukan Tanaman Jenis Tembakau Gorila dengan berat ±5,09 gram (bruto) dan ±4,7 gram (Netto) ke lelaki berinisial FS (35) selaku pemesan paket tersebut.

Transaksi ilegal ini dilakukan melalui media sosial Instagram yang notabenenya merupakan platform yang cukup terbuka dan lebih mudah pelacakannya. Selain paket narkoba, dua handphone pelaku juga ikut diamankan sebagai barang bukti transaksi. Tidak hanya melakukan transaksi ilegal, pelaku FS juga ditangkap terkait kasus pencurian motor (curanmor) yang sedang diperiksa oleh Penyidik Reskrim Polresta Manado.

Kronologis penangkapannya diungkapkan dalam Press Release Pengungkapan Peredaran Gelap Narkotika Golongan I jenis Tembakau Gorila di Kantor BNN Kota Manado pada hari Senin, 4 Oktober 2021. Acara ini dihadiri langsung oleh Brigjen Pol. Drs. Victor J. Lasut, M.M. selaku Kepala BNNP Sulut, Drs. Reino Bangkang, M.Si selaku Kepala BNN Kota Manado, Stevy Nathaniel selaku Kepala Seksi Intelijen beserta Tri Yapiyanto selaku Kepala Seksi Narkotika dan Barang Larangan Kantor Wilayah DJBC Sulbagtara.

“Sampai dengan bulan ini, pengungkapan jaringan cukup tinggi sehingga jumlah penangkapan meningkat sampai dengan baru-baru ini dilakukan penangkapan di daerah Tondano. Kami menghimbau kepada masyarakat bahwa di masa pandemi ini, kasus peredaran narkoba bukannya semakin sulit ditemukan tetapi malah semakin meningkat.” – ucap Kepala BNNP Sulut.

Terkait dengan kasus ini, tersangka lelaki ZK dikenakan Pasal 112 Ayat (1) jo Pasal 132 Ayat (1) dan lelaki FS dikenakan Pasal 114 Ayat (1) dan Pasal 112 Ayat (1) jo Pasal 132 Ayat (1) jo UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).

“Kami diinstruksikan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai untuk berkolaborasi dengan instansi lain khususnya BNN dan Kepolisian dalam perang melawan peredaran gelap narkotika. Jadi setiap informasi atau analisa yang kami dapatkan selalu dikontribusikan sehingga menghasilkan tangkapan-tangkapan yang cukup signifikan khususnya di daerah Sulawesi Utara” – imbuh Tri.

BAGIKAN